Relawan KESATRIA KERIS, Bentukan Ketut Putra Ismaya Jaya, yang Lagi Viral

BaliNews.id – Pada zaman kerajaan di masa lampau, pemberian keris menjadi simbol kepercayaan raja kepada bangsawan keraton. Sang bangsawan harus mampu bersikap baik sebagai bukti bahwa beliau dapat dipercaya. Jika tidak, keris itu dapat diambil kembali oleh sang raja.

Keris disimpan dalam sarung berukuran presisi. Hubungan antara keduanya dapat digambarkan melalui filosofi Manunggaling Kawulo Gusti: yaitu persatuan, keselarasan, dan keharmonisan antara manusia dan Tuhannya maupun rakyat dengan pemimpinnya. Dari sanalah akan tercipta kehidupan yang damai dan sejahtera.

Menurut Penggagas Keris, I Ketut Putra Ismaya Jaya yang juga di kenal dengan nama Jro Bima, menuturkan di kediamannya beberapa hari lalu.

“Saya teringat waktu saya maju mencalonkan diri di DPD RI kemaren dengan Nama Keris itu singkatan dari Ketut Putra Ismaya Jaya atau Kesatuan Republik Indonesia ketika saya maju di DPD RI bagaimana saya ingin menyatukan di pulau Bali kita ini berbagi ragam suku bangsa dan beragam agama kita menjadi satu karena disinilah nanti akan menjadi poros sejarah dan poros cerita bahwa Indonesia bersatu seperti di tanah Bali. Itu harapan tiang yang pertama,

Yang kedua aksi sosial karena itu bagian perjuangan saya dulu ketika saya berjuang maju di DPD RI saya mengatas namakan langit mengatas namakan Tuhan untuk berjuang membela dan menyatukan serta berbuat nindihin semeton nyama Hindu Bali NKRI termasuk yg ada di tanah bali sehingga saya juga dapat dukungan dari Pak Kyai, Ustat Pak Pendeta Begawan Pedanda itu memberi dukungan dengan ihlas tanpa saya mengeluarkan biaya dia mau hadir juga kerumah dan memberikan semangat saya serta saya ada posting ketika ingin mendampingi saya untuk menyampaikan perjuangan di DPD RI,

BACA JUGA  Hari Kedua Rapid Tes di Relokasi Pasar Gianyar, 3 Reaktif

Nah Keris ini ketika saya masuk penjara 2 kali di proses penjara pertama 5 bln saya kluar yang ke 2 juga 5 bulan dan hari hari yang saya kluar penjara pertama saya adalah hari purnama kajeng kliwon ke dua hari tilem dan hari sumpah pemuda disitu tiang mengambil makna dan ikmah dari sebuah perjalanan dan perjuangan yang saya dapatkan di penjara sehingga mengembleng saya untuk tetap mengunakan nama Keris, kenapa ? karena ketika membuat keris haruslah dilebur di bakar dan dibuat dengan penuh mantram dan penuh Tapa.

Ketika saya di penjarakan saya dibuat seperti bertapa, disitulah saya melebur diri saya terhadap apa yang sudah pernah terjadi dalam kehidupan sayasebelumnya apa yang orang katakan tentang dunia hitam saya, atau orang mengatakan dunia premanismelah dunia kekerasan mungkin disitu tempat saya dilebur sama tuhan untuk dibersihkan saya menjadi lebih bersih sehingga menjadi Keris yang berguna.

BACA JUGA  Ngurah Yasa Bagikan Paket Sembako, Ajak Warga Gunakan Minyak Kayu Putih Cegah Virus

Karena Keris adalah senjatanya para kesatria senjata para leluhur kita untuk menegakkan suatu kebenaran dan dharma.

Tujuan pertanama saya  ini saya mau bentuk sebagai kelompok sosial untuk menjaga budaya termasuk melestarikan peningalan leluhur terus yang berikutnya adalah Dharma dan Karma

Dharma, saya ajak temen temen di Keris yang dulu banyak orang orang dari berbagai macam warna organisasi ikut gabung kesini saya juga sampaikan “Saya menampung semua Organisasi ketika mereka masih di Ormas lama saya tidak masalah karna KERIS adalah wadah Para KESATRIA jadi tidak akan membedakan ormas satu atau yang lainnya asalkan mau menyatu menjadi KERIS”

Inset ; I Ketut Putra Ismaya Jasaya (Keris)

Sekarang Keris saya buat lebih Panjang Namanya menjadi Kesatria Keris karena saya ingin membentuk atau membuat Ksatria Ksatria di Tanah Bali Baik Itu Agama Hindu, Muslim, Keristen, Budha atau Apapun baik Laki Perempuansaya satukan untuk menjadi ksatria.

Ksatria itu apa, Orang yang membawa kebenaran, Orang yang berani membela kebenaran, dan orang yang selalu berbicara kebenaran tidak sombong selalu membantu berbuat kebajikan, prempuanpun bisa menjadi ksatria.

Target Kesatria Keris untuk Masyarakat adalah kita akan membuat segala kemungkinan untuk menjadikan peluang usaha peluang kerja itu akan kita lakukan. Sampai saya memikirkan untuk membuat tari tarian atau kumpulan yayasan tari kesenian kebudayaan sanggar sanggar itu saya akan bawa ke hotel saya akan promosikan ke villa villa, pelatihan pelatihan untuk mengajarkan masyarakan betul betul profesinal di bidangnya, saya ada temen temen memang dibidangnya pariwisata bekas manager di Amerika orang singaraja gabung ke Keris, dan ada tokoh tokoh ikut gabung ke Keris termasuk Raja Buleleng, Anak Raja Klungkung, dan Banyak tokoh lagi Yang gabung untuk mensuport ya tujuannya untuk membuat masyarakat jangan koh jangan males jangan gengsi. “iraga gengsi di tanah pedidi , dadi pengungsi bee kerja rodi, mati matian di tanah pengungsi”  Lebih Baik Kerja keras di tanah sendiri.

BACA JUGA  Kolaborasi Guru, Siswa, dan Peran Orang Tua sebagai Kunci Sukses E - Learning di Sekolah Dynata

Bulan Juli Kita mulai start kita berjalan program sosial akan kita lakukan lebih aktif, program program penyuluhan, Pelatihan pelatihan untuk membuat usaha.

Harapan saya dan ajakan kepada generasi bangsa ini mari bersama sama ketika mau bergabung bersama Ksatria Keris karena saya tidak meliat postur tubuh harus besar, tidak. Yang saya liat niat dan kemauan untuk berbuat kebajkan dan karma niat dan kemauan untuk berubah menjadi orang sukses, niat dan kemauan untuk menjadi semangat sebagai tulang punggung kluarga. kp

 

Simak Wawancara lengkapnya