Ratusan Usaha Hotel dan Restoran di Gianyar Tak Cairkan Dana Hibah Pariwisata

Kepala BPKAD Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika.

GIANYAR, BaliNews.id – Dari 1.894 hotel dan restoran di Gianyar yang diusulkan untuk dapat menerima dana hibah pariwisata dari pemerintah pusat, hanya 787 yang menerima dana hibah pariwisata tersebut. Sisanya tidak memenuhi persyaratan, serta ada juga yang mengundurkan diri lantaran mengetahui dana hibah yang didapatkan nominalnya tidak seberapa.

Kepala BPKAD Gianyar Ngakan Jati Ambarsika mengatakan, dana hibah pariwisata merupakan domain dari Dinas Pariwisata namun bersentuhan dengan BPKAD untuk proses pencairannya.

Ia menyebutkan, jumlah hotel dan restoran yang masuk data base adalah sebanyak 1.894. Yang kemudian diajukan ke pusat sehingga Kabupaten Gianyar mendapatkan alokasi dana hibah pariwisata sebesar Rp 135 Miliar lebih. “Selanjutnya sebanyak 70 persen atau Rp 94,5 Miliar diberikan kepada pelaku usaha hotel dan restoran, dan 30 persen digunakan untuk program pembangunan penunjang pariwisata termasuk operasional,” jelasnya.

BACA JUGA  Warga Desa Batuagung Mendapatkan BLTDD

Hanya saja dari 1.894 hotel dan restoran tersebut tidak seluruhnya mendapatkan dana hibah pariwisata tersebut. Sebab ada yang tidak bisa memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan pusat. Ada pula yang memang mengundurkan diri secara sadar karena tidak bisa memenuhi persyaratan, serta ada juga yang memang malas mengurus segala persyaratan yang dibutuhkan karena mengetahui dana hibah yang didapat besarannya tidak seberapa.  “Ada sekitar 1.000 lebih yang dapat hibah pariwisata dengan nominal kecil,” ungkapnya.

Adapun persyaratan yang dimaksud adalah memiliki TDUP, telah melakukan pembayaran pajak tahun 2019 dan lainnya. “Karena ada banyak hotel dan restoran yang mendapatkan dana hibah itu dibawah Rp 5.000, bahkan ada yang dapat Rp 1.000. Jadi banyak yang malas mengurus pencairan dana hibah ini karena merasa biaya fotocopi dan materai saja lebih mahal daripada dana hibah yang didapat,” jelasnya.

BACA JUGA  Pemkab Badung Terus Lakukan Penyemprotan Disinfektan Cegah COVID-19

Ia menyebutkan usaha yang mendapatkan yang tidak mengambil hibah itu ada dagang lawar di emperan jalan raya, hingga home stay di Jalan Hanoman Ubud yang memperoleh hibah sangat kecil. “Pelaku usaha yang memperoleh hibah kecil itu karena jumlah pajak yang dibayarkan pada 2019 juga kecil. Yang punya omzet Rp 5 juta, wajib bayar pajak. Kalau bayarnya kecil, dapat hibah kecil,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, besaran dana hibah pariwisata yang diterima pelaku usaha hotel atau restoran dapat diketahui melalui formula yang telah ditetapkan oleh pusat. Yakni pembayaran pajak dalam satu tahun dikali 20 persen. “Seperti misalnya ada hotel yang dia membayar pajak Rp 16 Miliar, dikalikan 20 persen jadi dana hibah yang didapat Rp 3 Miliar,” imbuhnya.

BACA JUGA  Ratusan Titik Menjadi Sasaran Pendisiplinan Protokol Kesehatan

Atas kondisi tersebut maka hanya 787 hotel dan restoran saja yang mendapatkan dana hibah pariwisata tersebut dengan total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 84 Miliar lebih. (dt)

Facebook Comments