Ratusan tenaga kesehatan di RS Wangaya terima SMS vaksinasi COVID-19

Ilustraai pasien covid

BaliNews.id– Ratusan tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, menerima pesan singkat atau SMS sebagai penerima vaksin COVID-19.

“Karena semua melalui SMS, untuk tenaga kesehatan di RS Wangaya yang sudah terdaftar sebagai calon penerima vaksin itu ada 435 orang, tapi tidak menutup kemungkinan mereka mendapatkan vaksinasi di RS ini atau puskesmas setempat. Kalau puskesmas bisa saja vaksinasinya ke sini,”kata Plt Direktur Utama RSUD Wangaya Denpasar dr. Dewa Putu Alit Parwita saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa setiap calon penerima vaksin akan menerima SMS dengan ketentuan menerima vaksin pada fasilitas kesehatan tertentu.Selain itu, di Rumah Sakit Wangaya juga menyiagakan vaksinator untuk setiap sesinya sekitar 15 tenaga kesehatan.

BACA JUGA  Vaksinasi Presiden satu-dua hari setelah izin BPOM keluar

“Untuk vaksinasinya 15 orang satu sesi, dengan jumlah tim dari pendaftaran sampai observasi rata-rata 15-16 orang dari tenaga kesehatan. Sudah terlatih semuanya,” kata dr. Alit Parwita.

Ia menjelaskan sebelumnya RSUD Wangaya telah melakukan simulasi penyuntikan vaksin COVID-19 untuk mengetahui kesiapan-kesiapan tenaga medis dan empat alur yang harus dilalui.

Alur pertama, yaitu meja pendaftaran atau registrasi dengan menyerahkan kartu identitas. Kedua, proses screening untuk mengetahui kondisi calon penerima vaksin. Sebagai penerima vaksin ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Penerima vaksin tidak memiliki penyakit komorbid, asma, kencing manis dan penyakit penyerta lainnya. Selain itu, penerima vaksin juga bukan ibu hamil.Pada proses kedua tersebut, penerima vaksin wajib menandatangi persetujuan penerimaan vaksin COVID-19.

BACA JUGA  Sebanyak 2.874 nakes di RS Sanglah Bali bakal divaksinasi COVID-19

“Ketiga, pemberian vaksin, sekaligus memberikan arahan secara psikologis, menenangkan penerima agar tidak cemas dan dijelaskan jenis-jenis vaksinnya dan dilakukan penyuntikan di lengan kiri, kemudian di proses keempat, dilakukan evaluasi sekaligus diberikan edukasi. Setelah itu, pasien diminta menunggu 30 menit untuk melihat efek samping dari pemberian vaksin itu,” katanya.

Sebelumnya pada Selasa (5/1) dini hari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan bahwa data tenaga kesehatan penerima SMS vaksin COVID-19 sudah tercatat dalam database. Pendataan tersebut bersifat menyeluruh ke masing-masing fasilitas kesehatan.

“Sudah mendata ya ke seluruh SDM kesehatan dan masing-masing tanggung jawabnya masuk ke dalam database. Sudah ada data secara riil, by name, by address, dan sebagainya,” kata dr Ketut Suarjaya.(an)

BACA JUGA  TNI-Polri adakan rapid test antigen di Pasar Pesiapan Tabanan

Facebook Comments

Redaksi

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id