Ratusan Barang Impor Bernilai Ratusan Juta Dimusnahkan Bea Cukai

Badung BaliNews.id – Bea Cukai Ngurah Rai memusnahkan 841 barang impor, Rabu (22/7/2020). Barang yang kewajiban kepabeanan tidak diselesaikan pemiliknya itu nilainya mencapai Rp149.862.000.

Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono dalam siaran pers mengatakan, barang yang dimusnahkan yaitu obat-obatan, alat kesehatan, pakaian bekas serta alat kosmetik yang diimpor melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai “Ini merupakan barang milik negara yang berasal dari barang yang tidak diselesaikan kewajiban kepabeanannya yaitu pemenuhan ketentuan larangan dan/atau pembatasan yang dimasukkan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai baik itu menggunakan kargo pesawat maupun barang bawaan penumpang,”ungkap Himawan Indarjono.

Bea Cukai Musnahkan Ratusan Barang Import Senilai Ratusan Juta
Bea Cukai Musnahkan Ratusan Barang Import Senilai Ratusan Juta

Ia menambahkan, pemusnahan dilaksanakan selain untuk menjalankan ketentuan, juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Bea Cukai Ngurah Rai kepada masyarakat atas barang-barang yang disita. “Kegiatan ini dilakukan selain dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan nomor 178 tahun 2019, juga sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kami atas kegiatan penegahan yang dilakukan Bea Cukai, sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa barang-barang yang kami sita, telah ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan” tegasnya.

BACA JUGA  Satpol PP segel Bangunan Tanpa IMB di Jalan Blambangan Denpasar

Sebagai informasi tambahan, barang yang menjadi milik negara menurut Peraturan Menteri Keuangan nomor 178/PMK.04/2019 tentang Penyelesaian Terhadap Barang Yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang Yang Dikuasai Negara, dan Barang Yang Menjadi Milik Negara adalah yang berasal dari:

  1. Barang yang dinyatakan tidak dikuasai yang merupakan barang yang dilarang untuk diekspor atau diimpor;
  2. barang yang dinyatakan tidak dikuasai yang merupakan barang yang dibatasi untuk diekspor atau diimpor dan tidak diselesaikan oleh pemiliknya dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari terhitung sejak disimpan di TPP;
  3. barang dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai yang berasal dari tindak pidana yang pelakunya tidak dikenal;
  4. barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di kawasan pabean oleh pemilik yang tidak dikenal dan tidak diselesaikan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak disimpan di TPP;
  5. barang yang dikuasai negara yang merupakan barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor; atau
  6. barang dan/atau sarana pengangkut yang berdasarkan putusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan dirampas untuk negara. (du)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id