Rai Dharmawijaya Mantra pada acara penyerahan memori jabatan kepada Plh. Wali Kota Made Toya di Gedung Graha Sewakadama Denpasar, Rabu, mengatakan bahwa setiap derap ada batas masanya, sebagaimana langkah pengabdian sebagai Wali Kota Denpasar telah tiba pada garis akhirnya. Maka dengan segala kerendahan hati pihaknya memohon diri dari ruang pengabdian tersebut menuju ke ruang pengabdian berikutnya.

Kegiatan yang digelar dengan disiplin penerapan protokol kesehatan ini dihadiri Asisten I Pemprov Bali I Gede Indra Dewa Putra, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kepala Kajari Denpasar Luhur Istigfar, Dandim 1611 Badung Kolonel Inf Made Alit Yudana, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan serta Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar I Wayan Gede Rumega.

BACA JUGA  Menhub RI dan Gubernur Koster Meletakan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Sanur dan Bias Munjul di Nusa Ceningan
Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah bersama-sama, langsung maupun tak langsung, membangun Kota Denpasar khususnya dalam gerakan muda menuju “Orange Economy”, yakni gerakan ekonomi kreatif berbasis budaya tradisi lokal demi harga diri, harkat dan martabat masyarakat Kota Denpasar serta kesejahteraan bersama.Rai Mantra mengatakan sudah tentu ada banyak kekurangan, ada banyak kelemahan yang harus dikuatkan dan kesalahan yang harus diperbaiki, entah yang bersifat individual, komunal, maupun institusional.

“Untuk itu saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya kepada semua pihak selama menjabat ada kesalahan,” kata Rai Mantra

Sementara Jaya Negara yang juga merupakan Wali Kota Denpasar terpilih mengatakan bahwa pihaknya siap melanjutkan estafet kepemimpinan Wali Kota Rai Mantra yang fokus pembangunan ekonomi kreatif dan industri kreatif sebagai terobosan ekonomi keberlanjutan akan terus digencarkan.

BACA JUGA  Tanpa Penonton, Peserta dan Undangan wajib Tes Antigen

“Jadi sejak awal kami berkomitmen untuk membangkitkan industri kreatif, sehingga ke depan akan terus dilanjutkan ke arah yang lebih baik,” ujarnya

Sedangkan Plh Wali Kota Denpasar I Made Toya mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha mengawal program kerja Pemkot Denpasar yang telah ditetapkan. Hal ini utamanya berkaitan dengan pelaksanaan percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Jadi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami akan mengawal pelaksanaan program kerja Pemkot Denpasar, utamanya dalam mendukung percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Untuk diketahui bahwa berakhirnya masa bhakti Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara pada 17 Februari ini mengharuskan adanya Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Denpasar.

BACA JUGA  Fraksi PDIP Minta Bupati Gianyar Gratiskan Rapid Test Pelaku Wisata

Karena pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar hasil Pilkada 2020, yakni IGN Jaya Negara dan Kadek Agus Arya Wibawa harus diundur. Adapun I Made Toya yang saat ini merupakan Penjabat (Pj) Sekda Kota Denpasar ditunjuk menjadi Plh Wali Kota Denpasar. (an)