Prospek Industri Herbal di Bali

BaliNews.id – Industri herbal menjadi perbincangan selama pandemi covid-19 dikarenakan sampai sekarang belum ada resep yang pasti tentang bagaimana menyembuhkan orang yang sudah terkonfirmasi positif covid-19. Sebagaimana seusai perbincangan dalam dialog AKU (Apa Kabar Umkm) Bali (Kamis, 25 Maret 2021) tentang bisnis the herbal di Bali yang bisa menjadi lahan baru bagi pebisnis khususnya generasi milenial. Ditemui secara langsung I Made Chandra Mandira,S.E., M.Han selaku pengamat ekonomi Undiknas University terkait bagaimana potensi herbal di Bali dari sisi ekonomi mengatakan bahwa “generasi milenial khususnya generasi Z harus berani menangkap peluang ini, dikarenakan secara umum yaitu Indonesia dan secara khususnya Bali menikmati bonus demografi yang dimana angka usia produktif lebih besar dibandingkan angka usia non produkif yang apabila bisa dimanfaatkan khususnya dengan berwirausaha di bidang herbal sangatlah luar biasa, ditambah Indonesia memiliki sekitar 30.000 varietas tumbuhan obat alami yang bisa dimanfaatkan dan diolah dengan kemasan yang kekinian”.

BACA JUGA  Bali United yakin Diego Assis beri dampak positif
 Tanaman Herbal

Chandra menambahkan bahwa anak muda janganlah gengsi untuk memulai berwirausaha dibidang ini, dan bahkan bidang lainnya, buatlah menjadi sedikit berbeda maka usaha nantinya akan menjadi perhatian dan menjadikan usaha tersebut viral dan bisa dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan. Ambil contoh yang sedang tren saat ini adalah bisnis kopi, yang mana usaha ini sedang membooming khususnya di Denpasar dengan maraknya kedai dan caffe kopi yang digandrungi oleh anak muda, nah kenapa tanaman herbal khususnya teh herbal tidak bisa seperti itu? Ini menjadi peluang tentunya. Chandra menekankan kembali bahwa buatlah usaha menjadi sedikit berbeda, dan gunakanlah teknologi khususnya media sosial dalam memasarkan produknya.

BACA JUGA  BPKP Bali Kawal Penggunaan Dana Hibah Pariwisata

          Chandra menambahkan bahwa untuk berwirausaha yang dibutuhkan adalah semangat dan keyakinan, “just do it” kalua gagal itu wajar Namanya juga usaha, tapi buatlah kegagala tersebut menjadi pembelajaran yang nantinya bisa membuat usaha yang lebih baik lagi dan tentunya bisa berkembang dan sukses. Pemerintah dan stakeholder selalu menyuport langkah-langkah yang dilakukan oleh masyarakatnya apalagi kalau sudah memiliki brand yang dikenal, sehingga untuk urusan legalitas, perijinan khusunya BPOM pasti akan dibantu semaksimal mungkin guna menggenjot dan memfasilitasi pelaku usaha di bidang ini. Yang terpenting ketika usaha dirasa sudah berjalan dan dikenal oleh banyak pihak harus tetap memerhatikan kualitas, jangan sampai mengurangi kualitas produknya, apalagi yang sudah menembus pasar internasional, karena kualitas merupakan kunci apabila produk ingin tetap eksis dimasyarakat dan juga ditambah dengan inovasi terus agar tidak ketinggalan zaman dan selalu manfaatkan teknologi yang ada imbuh Chandra diakhir perbincangan. (*)

Facebook Comments