Pos Sekat di Labuhan Lalang Diresmikan, Cegah Transmisi Lokal Covid-19

Buleleng, BaliNews.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng dirikan pos sekat di dua perbatasan antar kabupaten, Buleleng-Jemberana dan Buleleng-Karangasem. Peresmian pos sekat berlokasi di wilayah Labuhan Lalang, Desa Sumbe Kelampok, Kecamatan Gerokgak dilakukan oleh Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, Selasa (23/6) pagi. Pos ini berfungsi untuk melakukan screening masyarakat yang datang dari luar Bali.

Pos sekat yang terlatak di Labuan Lalang, akan disiapkan petugas gabungan yang berasal dari unsur TNI/Polri, BPBD dan Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Jumlahnya mencapai 52 orang untuk bertugas dalam satu bulan kedepan.

Setelah apel pembukaan dilakukan, aparat gabungan langsung bertugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas. Baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat yang datang dari luar Bali.

BACA JUGA  Hari Kedua Rapid Tes di Relokasi Pasar Gianyar, 3 Reaktif

Sebelum melanjutkan perjalanan, pengendara wajib memperlihatkan KTP dan surat keterangan telah melakukan rapid tes dan menggunakan masker. Jika tidak memiliki hasil rapid tes, maka diwajibkan untuk menjalani rapid tes terlebih dahulu. Tim medis sudah bersiaga melakukan rapid tes di lokasi yang telah disiapkan di areal pos sekat.

Wakil Bupati Buleleng Tinjau Pos Sekat Labuan Lalang
Ket Foto : Wakil Bupati Buleleng Tinjau Pos Sekat Labuan Lalang

Wakil Bupati yang sekaligus Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutjidra menyebut aparat gabungan nantinya bertugas  melakukan pemeriksaan kesehatan yang dilengkapi surat keterangan hasil rapid tes sebelum memasuki Buleleng. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kasus transmisi lokal di Buleleng. “Kalau mereka tidak membawa surat keterangan bebas covid, akan kami rapid test di pos ini. harapannya melalui pos sekat ini, bisa menekan terjadinya kasus transmisi lokal di Buleleng,” ucap Sutjidra.

BACA JUGA  Penjual Pisang Goreng Keliling Positif Covid-19

Sutjidra juga menambahkan untuk semetara rapid test di pos sekat masih gratis, mengingat saat ini pihaknya masih menyusun payung hukum yang tepat untuk melakukan pungutan rapid test khusus kepada para pelaku perjalanan ke luar daerah.