Petugas Temukan Tiga Tusuk di Leher, Pisau Penuh Darah dan Helm Ojek Online

Jasad korban yang ditemukan tewas di Jalan Tukad Batanghari Denpasar, Sabtu (16/1) diketahui bernama Dwi Farica Lestari, 24, diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Wanita Muda Diduga Kuat Dibunuh

DENPASAR, BaliNews.id – Jasad seorang wanita muda yang tewas tanpa busana ditemukan pada Sabtu (16/1) sekitar pukul 02.30 WITA. Jasadnya ditemukan di Thailia Homestay lantai 2 Kamar No 1 Jalan Tukad  Batanghari Gg X No 12, Panjer, Denpasar Selatan.

Korban yang diketahui bernama Dwi Farica Lestari (24), diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian menemukan ada tiga luka tusukan di bagian leher korban.

“Dari hasil olah TKP oleh tim identifikasi ditemukan ada tiga luka di tenggorokan korban,” terang sumber polisi, Sabtu (16/1).

Selain itu, ditemukan juga adanya pisau lipat dengan bercak darah yang masih menempel dari kamar korban.

BACA JUGA  Hasil Otopsi Korban Curas Di Desa Depaha, Ada 4 Luka Benda Tumpul

Pisau itu diduga dipakai oleh terduga pelaku pembunuhan untuk menghabisi nyawa wanita muda asal Kecamatan Pusaka Jaya, Subang, Jawa Barat tersebut. Wanita kelahiran 24 April 1997 itu ditemukan dalam kondisi tengkurap di samping tempat tidur penuh ceceran darah, dan tanpa mengenakan sehelai benang sedikitpun.

Selain itu, petugas kepolisian juga menemukan sebuah helm ojek online di kamar korban. Diduga helm tersebut adalah milik dari pelaku pembunuhan.

Sementara itu, sebelumnya, seorang saksi yang merupakan teman kos korban bernama Dianty, 22, menuturkan kepada petugas polisi bahwa sekitar pukul 01.20 Wita sebelum kejadian, korban sempat makan di kamar saksi. Setelah selesai makan, korban lalu kembali ke kamarnya di samping kamar saksi.

BACA JUGA  Diduga Jatuh Ke Sungai, Dani Ditemukan Meninggal

Sekitar pukul 01.40 WITA, saksi terjaga dari tidur karena mendengar suara teriakan dan berisik berupa bunyi suara orang berkelahi dari kamar korban.

Karena saksi merasa ada sesuatu yang janggal, dia lalu mengirim chat WhatsApp ke korban. Namun korban tidak membalas. Saksi lalu menelepon berulang kali namun juga tidak ada jawaban.

“Karena saksi takut dan terjadi apa-apa selanjutnya saksi menelepon penjaga rumah kos elit itu untuk menemaninya mengetuk pintu dan mengecek korban ke kamarnya.

Setelah petugas jaga datang selanjutnya saksi bersama petugas jaga mengetuk pintu kamar korban. Namun tidak ada jawaban.

Karena pintu terkunci dari dalam penjaga kos, mengecek mengintip lewat belakang masuk lewat kamar nomor 3 dan dia melihat banyak darah di lantai korban,” beber sumber.

BACA JUGA  Pemkot Denpasar Alokasikan Rp1,2 Miliar Dukung TMMD ke-109

Atas temuan itu, saksi lalu memberitahukan ke penghuni kos lainnya. Beberapa anak kos yang mendapati info itu langsung mengecek dan benar saja mereka melihat korban dalam kondisi tewas berlumuran darah dalam kondisi telanjang bulat.

Setelah temuan itu, pemilik kos dan penghuni kos lain menghubungi pihak kepolisian. Tidak berselang lama, polisi tiba di TKP dan melakukan olah TKP. Sementara itu jasad korban dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar.

Terkait peristiwa ini, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, AKP Hadimastika membenarkan. “Ya masih diselidiki,” katanya singkat. (ta)

 

Facebook Comments