Peserta “We Love Bali” Nikmati Pemandangan Nusa Penida – Lembongan

Klungkung, BaliNews.id – Sejumlah peserta yang mengikuti program “We Love Bali” merasa puas menikmati pemandangan di Pulau Nusa Penida dan Pulau Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, dalam program yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemerintah Provinsi Bali itu.

“Saya memilih Nusa Penida sebagai destinasi wisata karena pemandangan alamnya sangat indah dengan berbagai potensi pariwisata, seperti tracking Kelingking Beach yang menantang,” kata Septi Rahayu, salah satu peserta yang bekerja di maskapai penerbangan nasional itu, di Denpasar, Rabu.

Peserta "We Love Bali" Nikmati Pemandangan Nusa Penida - Lembongan
Sejumlah peserta program We Love Bali saat mengikuti kegiatan susur mangrove di Pulau Nusa Lembongan (ANTARA/istimewa/2020)

Program “We Love Bali” ditujukan sebagai implementasi penerapan CHSE (cleanliness/kebersihan, health/kesehatan, safety/keamanan, dan environment/ramah lingkungan) untuk menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional, sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan We Love Bali melibatkan 4.400 peserta, dengan dibagi-bagi menjadi kelompok kecil sebanyak 40 orang itu bertujuan pula untuk memberikan edukasi terhadap penerapan protokol CHSE di daya tarik wisata (DTW) dan desa wisata. Termasuk, melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di hotel tempat menginap dan DTW yang dikunjungi.

BACA JUGA  Hilang Sehari, Seorang Nenek¬† Ditemukan Gantung Diri di Pohon Sawo

Septi Rahayu merasa puas mengikuti program 10 “We Love Bali” dengan rute perjalanan Sanur – Nusa Penida – Nusa Lembongan – Sanur karena dia bisa menikmati pemandangan pantai yang indah dan pasir putihnya. Bahkan dia sempat menjajal “Raja Lima” yang dilengkapi dengan pemandangan bernuansa rumah pohon yang memanjakan mata.

“Saya juga sempat berbincang dengan para petani rumput laut, yang sebelum masa COVID-19 mereka bekerja di bidang pariwisata. Saya merasa tersentuh dengan perjuangan mereka dalam bertahan hidup,” ujarnya.

Di balik pandemi, juga menyimpan hikmah karena para petani rumput laut lokal dapat mengembangkan usahanya bahkan hasil panennya sampai memasuki pasar ekspor.

Menurut Septi, selama perjalanan, protokol kesehatan di setiap objek pariwisata dan restorannya, sudah mengikuti standar protokol CHSE.

“Jadi Bali siap untuk bangkit menyambut kedatangan wisatawan dengan protokol kesehatan yang sangat baik. Saya berharap Bali akan segera bangkit, dan pariwisata kembali ramai baik oleh turis lokal maupun luar negeri dengan menerapkan kebiasaan baru, yaitu CHSE,” katanya.

BACA JUGA  Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 di Gianyar

Hal senada disampaikan Anak Agung Gde Rama Purwani Yoga yang bekerja di Badan Promosi Pariwisata Badung. “Melalui acara ini, kami dapat menginformasikan kepada teman-teman bahwa industri pawisata Bali siap menyambut wisatawan dengan protokol CHSE yang ketat,” ujarnya.

Termasuk juga dapat memberikan informasi terbaru terkait destinasi parwisata di Bali di daerah Nusa Penida dan Lembongan.

“Semua tempat di Nusa Penida dan Nusa Lembongan berkesan. Terutama saat snorkeling maupun wisata perahu menyusuri Mangrove Nusa Lembongan,” katanya.

Agung Gde memilih Nusa Penida karena belum pernah ke sana, sekaligus mencari kondisi sepi seperti sekarang. “Biasanya setiap daya tarik wisata di Nusa Penida dan Nusa Lembongan pasti penuh sesak dengan pengunjung,” katanya.

Ajang tersebut sekaligus sebagai bentuk kontribusi mendukung usaha pemerintah untuk menggerakkan perekonomian di sektor pariwisata agar bisa bergerak sambil terus memantapkan penerapan CHSE.

“Mengingat trip ini sangat menerapkan protokol kesehatan dan CHSE yang ketat. Peserta juga diminta untuk menyerahkan keterangan rapid test non-reaktif sebagai syarat untuk mengikuti trip,” ucapnya.

BACA JUGA  Satpol PP Tangkap Dua Pemalak di Denpasar

Saat pelaksanaan trip juga setiap peserta sudah sadar diri untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Setiap pramuwisata termasuk staf hotel, restoran, dan di daya tarik wisata yang dikunjungi juga selalu mengingatkan peserta jika ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan Anggi dari Malang, peserta lainnya mengaku diberikan pengarahan protokol kesehatan dan beberapa peralatan medis seperti handsanitizer dan masker sebelum perjalanan dimulai. “Dalam perjalan trip kita juga harus menjaga jarak dengan peserta lain,” ucapnya.

Setiap lokasi wisata disediakan wastafel dan sabun serta diukur suhu tubuh, di hotel pun disediakan satu kamar untuk satu orang. “Nanti setelah pandemi selesai, saya berjanji akan kembali ke Nusa Penida bersama keluarga. Banyak destinasi wisata pantai yang cantik dan instagramable, pulau ini masih alami,” ucapnya.

Selain ke Nusa Penida juga ke Nusa Lembongan mencoba snorkeling, menurut Anggi, destinasi ini tidak kalah dengan Labuan Bajo. (an)

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Zita Meirina

Facebook Comments

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id