Perbekel Melinggih Tersandung OTT, GTI Minta Kesatria Mundur Sementara

Ketua DPD Garda Tipikor (GTI) Gianyar, Pande Mangku Rata.

GIANYAR, BaliNews.id –  Tersandung kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), sebaiknya Perbekel Desa Melinggih I Nyoman Surata dan Kelian Dinas Banjar Geriya, Desa Melinggih, Payangan, I Nyoman Pania, secara kesatria mengundurkan diri sementara dari jabatannya. Hal itu diungkapkan Ketua DPD Garda Tipikor (GTI) Gianyar, Pande Mangku Rata, Selasa (9/3).

“Setelah ditetapkan sebagai tersangka, diminta atau tidak, Perbekel dan Kelian Dinas sebaiknya mengundurkan diri untuk sementara, sampai ada keputusan tetap,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam Peraturan Daerah No 3 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah No 6 Tahun 2015 Tentang Pemilihan, Pengangkatan , Pemberhentian Perbekel  disebutkan bahwa perbekel dapat diberhentikan sementara oleh bupati karena ditetapkan sebagai tersangka. “Diberhentikan atau tidak, kalau memang kesatria, sebaiknya perbekel mengundurkan diri untuk sementara. Jangan menunggu keputusan dari bupati” ujarnya.

BACA JUGA  Pesta WNA di Le Giant Bar Dibubarkan Aparat

Disamping itu, kata Mangku Rata, secara etika dan moral, agar fokus menghadapi masalah hukumnya, perbekel dan kelian dinas, seharusnya mengundurkan diri sementara. “Secara etika dan moral, memang harus mengundurkan diri sementara. Sehingga kedua tersangka fokus menghadapi kasus hukumnya,” ungkapnya.

Selain itu, kedua tersangka juga tidak akan canggung menghadapi masyarakat. “Kalau sekarang, sekalian kedua tersangka, warga juga bingung kalau ingin mengurus surat-surat,” ujarnya.

Terkait keduanya tidak ditahan oleh kepolisian, ia memakluminya. Karena, itu merupakan wewenang dari penyidik. “Siapapun tidak boleh intervensi terhadap penyidik. Karena itu, tidak ditahannya tersangka, merupakan hal yang wajar,” jelasnya. (dt)

Facebook Comments