Pengembangan Bawang Putih Di Wanagiri Harus Perhatikan Konservasi Alam

Buleleng, BaliNews.id – Pengembangan komoditi bawang putih di Buleleng, terus dilakukan sejak tahun 2017 lalu. Uji coba demplot pertanian bawang putih pun telah dilakukan di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada Buleleng. Selama dua tahun uji coba demplot bawang putih seluas 5 hektar dilakukan Kelompok Tani Manik Pertiwi, menunjukkan hasil yang cukup baik. Satu hektar lahan pertanian bawang putih mampu menghasilkan 7-8 ton sekali panen. Dengan luasan lahan mencapai 5 hektar diperkirakan mampu menghasilkan bawang putih diatas empat puluh lima ton persekali panen.

Ketua Kelompok Tani Manik Pertiwi, Desa Wanagiri, Ketut Sandi menuturkan demplot bawang putih ini merupakan binaan dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali “Dempol ini telah ada sejak 2017 lalu. Awalnya hanya 2 hektar kini sudah mencapai 5 hektar. Ini sudah panen yang ke ketiga” ungkapnya saat acara panen bersama, Kamis (06/8).

BACA JUGA  Kunjungi Bawaslu Gianyar, Bawaslu Ri Minta Aktif Pantau Medsos
Pengembangan Bawang Putih Di Wanagiri Harus Perhatikan Konservasi Alam
Pengembangan Bawang Putih Di Wanagiri Harus Perhatikan Konservasi Alam

Acara panen bersama ini, dilakukan Perwakilan BI Provinsi Bali, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, Bupati Buleleng, Forkompinda Buleleng dan Anggota Kelompok Tani Manik Pertiwi.

Varietas bawang putih lumbu hijau, menjadi yang paling baik untuk dikembangkan di Desa Wanagiri. Hasil panen bawang putih di Desa Wanagiri dijual dengan harga dua puluh lima ribu hingga tiga puluh lima ribu perkilogram. Dengan Ini, desa wanagiri menjadi daerah yang baik untuk pengembangan bawang putih di buleleng bali.

Pengembangan Bawang Putih Di Wanagiri Harus Perhatikan Konservasi Alam
Pengembangan Bawang Putih Di Wanagiri Harus Perhatikan Konservasi Alam

Dalam acara panen bersama yang dilakukan di demplot kelompok tani manik pertiwi, Bupati Buleleng, menyambut baik hasil panen uji coba demplot bawang putih. Bawang Putih merupakan salah satu komoditi pertanian yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. dengan pontesi ini, bawang putih sangat baik dikembangkan, namun harus tetep menjaga kelestarian alam. petani harus tetap melakukan konservasi alam, mengingat desa wanagiri, merupakan hulu kabupaten buleleng, yang menjadi wilayah resapan air didataran tinggi.

BACA JUGA  Antisipasi Meluasnya Transmisi Lokal, Akses Menuju Taman Sari Bukit Jangkrik Ditutup

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id