Pendukung Pariwisata Ubud, Warga Peliatan Luput dari Vaksinasi 

Warga Peliatan mengeluh karena luput dari program vaksinasi massal. Desa Peliatan merupakan desa penyokong pariwisata Desa Ubud. 

GIANYAR, BaliNews.id – Desa Peliatan,  Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali selama ini, menjadi salah satu kawasan yang menyokong pariwisata Ubud. Terutama dari sisi sumber daya manusianya, infrastruktur dan penunjang lainnya. Namun dalam vaksinasi massal covid-19 dalam menciptakan Ubud zona bebas covid-19, Desa Peliatan tidak termasuk. Hal tersebut menjadi keluhan warga Peliatan.

Warga yang sangat ingin untuk divaksin, namun tidak masul dalam daftar vaksinasi. Dalam percontohan green zone hanya diberikan Kelurahan Ubud, Desa Petulu, Desa Kedewatan dan Desa Sayan.

Salah satu warga Desa Peliatan, Astana, Rabu (24/3), mengatakan, selama ini Desa Peliatan berperan dalam menyokong pariwisata Ubud. Satu di antaranya Banjar Tebesaya. Selama ini, kata dia Banjar Tebesaya bisa dikatakan sebagai pintu masuknya Ubud.

BACA JUGA  Dijadwalkan Kunjungi Ubud, Presiden Jokowi akan pantau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Sebab, kata dia, Banjar Tebesaya menjadi tempat parkir bus-bus besar yang membawa wisatawan. Dan, di pusat pariwisata Ubud hanya di Tebesaya saja yang menyediakan parkir khusus bus. “Begitu masuk kawasan wisata Ubud, wisatawan yang datang menggunakan bus itu turunnya di Tebesaya,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam upacara plebon Puri Agung Ubud, yang manarik ribuan wisatawan, lokasi kremasinya juga di kawasan Banjar Tebesaya. Tidak hanya itu, di kawasan Peliatan lainnya, juga banyak dikunjungi oleh wisatawan. Baik datang untuk belajar kesenian, membeli kerajinan tangan hingga makan di restoran Bebek Tepi Sawah, yang selama ini menjadi tempat makannya wisatawan maupun pejabat negara.

“Desa Peliatan yang memiliki peran penting dalam pariwisata Ubud, seharusnya juga mendapatkan vaksinasi massal, sehingga program green zone covid-19 bisa lebih maksimal,” ujar.

BACA JUGA  Menparekraf tinjau rencana "drive-thru" vaksin COVID-19 di Kuta Bali

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Penanggulangan dan pencegahan penyakit menular, Anak Agung Anom Sukamawa, mengatakan semua warga akan mendapatakan vaksin. Hanya saja waktu bertahap tidak bisa langsung keseluruhan. “Bertahap, nanti semua akan dapat, Peliatan, Lodtunduh,  Mas, ini yang di Ubud priositas dulu karena ketentuan pusat, jika pun semua sekelaian diambil itu tidak bisa karena keterbatasan vaksin,” ujarnya.

Selain itu,  kemampuan petuga juga terbatas, vaksin juga belum tersedia lagi. “kami stop dulu vaksin pertama, difokuskan vaksin untuk kedua, karena vaksin pertama sudah habis. Semua pada akhirnya akan dapat. Lagian pabrik vaksi ada batas produksinya,” tandasnya. (dt)

Facebook Comments