Pasca Pandemi, Lomba Ogoh-ogoh Di Buleleng Segera Digelar

Buleleng, BaliNews.id – Persiapan pelaksanaan lomba ogoh-ogoh di Buleleng mulai dilakukan. Lomba ogoh-ogoh ini juga menjadi program Pemprov Bali. Dinas. Kebudayaan Buleleng mulai melakukan pembentukkan tim juri, yang akan menilai ogoh-ogoh milik masing-masing desa adat di Buleleng.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara ditemui Selasa (28/7) mengatakan, akan mengadakan rapat terlebih dahulu dengan majelis desa adat, untuk membahas terkait teknis pelaksanaan lomba ogoh-ogoh, pada Rabu (29/7). Termasuk membentuk tim juri mulai dari tingkat kecamatan hingga tim juri di tingkat kabupaten.

Pasca Pandemi, Lomba Ogoh-ogoh Di Buleleng Segera Digelar
Pasca Pandemi, Lomba Ogoh-ogoh Di Buleleng Segera Digelar

Susunan juri ditingkat kecamatan, terdiri dari tiga orang juri, seperti seniman seni rupa, perwakilan majelis desa adat, serta staf di  kecamatan yang memiliki kompetensi dibidang seni dan budaya. Demikian dengan tim juri di tingkat kabupaten, terdiri dari seorang seniman, perwakilan majelis desa adat kabupaten, serta staf di Dinas Kebudayaan Buleleng.

BACA JUGA  Pemkab Tabanan Siapkan Protokol Kesehatan Untuk Pilkada 2020

“Masing-masing desa adat hanya mengadopsi satu ogoh-ogoh untuk dilombakan. Ogoh-ogoh selanjutnya di nilai oleh tim juri di tingkat kecamatan. Yang berhasil masuk tiga besar di tingkat kecamatan, akan dilombakan lagi di tingkat kabupaten,” terang Dody.

Pendaftaran lomba mulai dibuka pada Jumat (7/8). Pelaksanaan penjurian lomba ogoh-ogoh di tingkat kecamatan dimulai tanggal 15 hingga 25 September mendatang. Sedangkan penjurian di tingkat kabupaten dimulai tanggal 10 hingga 20 Oktober. Ogoh-ogoh yang dilombakan, harus yang dibuat pada saat perayaan Nyepi, bulan Maret lalu. “Tidak boleh ada ogoh-ogoh yang baru. Kami akan melakukan verifikasi di masing-masing balai banjar atau STT, untuk memastikan ogoh-ogoh yang dilombakan itu adalah ogoh-ogoh yang dibuat bulan Maret lalu. Kemudian tidak ada parade. Ogoh-ogoh dinilai oleh tim juri di tempat,” jelas Dody.

BACA JUGA  Bantu Pemasaran Hasil Petani dan Nelayan, PDIP Gelar Pasar Gotong Royong Krama Bali

Disinggung terkait hadiah lomba, Dody menyebut, untuk ogoh-ogoh yang berhasil masuk tiga besar di tingkat kecamatan mendapatkan uang pembinaam sebesar Rp 5 juta. Sementara ditingkat kabupaten, mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 50 juta untuk juara I, sementara juara II mendapatkan Rp 35 juta, dan Juara III mendapatkan Rp 25 juta. “Anggaran untuk hadiahnya ini seluruhnya berasal dari Dinas Kebudayaan Provinsi. Sementara penilaiannya nanti yang dilihat adalah bahan yang digunakan harus ramah lingkungan, bentuk dan tema, anatomi, hingga ekspresi,” tutupnya. (JAR)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id