OTT Perbekel Melinggih, GARPPAR Apresiasi Kinerja Polisi 

GIANYAR, BaliNews.id – Ketua Garda Pejuang Penerus Aspirasi Rakyat (GARPPAR), Ngakan Made Rai, mengapresiasi Polres Gianyar yang berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Perbekel Melinggih, Payangan dan Kelian Dinas Banjar Geriya, Melinggih Payangan pada Kamis (11/2) sekitar pukul 11.00 wita.

Ngakan Made Rai, Jumat (12/2) menyayangkan adanya pungli yang dilakukan oknum aparat desa di tengah Pandemi Covid-19 ini. “Saya sangat mengapresiasi kinerja Polres Gianyar dibawah kepemimpinan Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana. Ditengah kesibukan di saat Pandemi Covid-19 ini masih bisa melakukan OTT,” ujarnya.

Ketua GARPPAR, Ngakan Made Rai.

Menurut penuturannya, berdasarkan informasi yang didapat, OTT tersebut berawal dari permohonan surat pernyataan dari korban yang tidak mau ditandatangani oleh Kelian Dinas Banjar Griya, Desa Melinggih Payangan. “Pada bulan Januari korban membuat surat pernyataan dan mohon tanda tangan kelian dinas. Tapi kelian dinas tidak mau tanda tangan,” jelasnya.

BACA JUGA  Kepala BNNP Bali Sebut Narkotika di Bali Kebanyakan Dari Riau

Selang beberapa hari, justru kelian dinas menghubungi korban dan menanyakan apa jadi minta tanda tangan. Oleh korban dikatakan surat pernyataan masih direvisi, kalau sudah selesai, pasti akan mohon tanda tangan kelian dinas dan perbekel. “Pada tanggal 9 Februari kelian dinas tersebut mengirim pesan melalui WA kepada korban. Korban menjawab jadi dan akan membawa suratnya ke kantor desa sekalian minta tanda tangan perbekel. “Tetapi kelian dinas tersebut tidak mengizinkan ke kantor desa, dan minta ketemu di suatu tempat,” tuturnya.

Selanjutnya pada tanggal 11 Februari, korban mengajak kelian dinas bertemu di Kantin Bu Jero di wilayah Melinggih. Kelian Dinas datang dan menandatangani surat pernyataan tersebut. Setelah itu, kelian dinas menghubungi perbekel untuk minta tanda tangan. Sesuai perintah perbekel, kelian dinas membawa surat pernyataan itu kerumah perbekel untuk ditanda tangani oleh perbekel sekaligus menyerahkan uang sebanyak Rp. 3 juta. “Uang sebanyak Rp. 3 juta diserahkan oleh kelian dinas di rumah perbekel,” jelasnya.

BACA JUGA  Warga Desa Tangkas Hingga Jumpai Setujui Niat Baik Gubernur Koster Bangun Kawasan Kebudayaan Bali

Setelah mendapatkan tanda tangan perbekel, kelian dinas tersebut kembali menemui korban. Setelah menerima surat yang dimohonkan tanda tangan tersebut, korban menyerahkan uang sebanyak Rp. 2 juta kepada kelian dinas. “Saat menyerahkan uang itulah polisi melakukan OTT. Pelaku mengatakan menyerahkan uang yang Rp. 3 juta kepada perbekel. Polisi pun mengajak kelian dinas ke rumah perbekel. Di perbekel polisi mendapatkan uang Rp 3 juta yang masih ditaruh di saku bajunya,” ungkapnya.

Kalau memang benar OTT tersebut, sesuai dengan informasi yang diterimanya, Ngakan Rai minta agar pelaku ditindak tegas. Karena di saat Pandemi Covid-19 ini, semestinya aparat desa memperhatikan warganya yang dalam kesusahan, justru sebaliknya malah melakulan pungutan liar. “Kalau benar OTT tersebut, saya minta agar pelaku ditindak tegas. Seperti kata Kapolri yang baru, hukum jangan tajam kebawah tumpul keatas. Saya menghimbau kepada semua pihak agar tidak intervensi. Saya yakin di bawah kepemimpinan Kapolres sekarang, pasti pelaku akan ditindak tegas,” harapnya.

BACA JUGA  Tambah Ruang Kendali ATCS, Lima Persimpangan Dipasang CCTV

Kepada jajaran Polres Gianyar yang berhasil melakukan OTT, Ngakan Rai sangat mengapresiasi. “Saya salut dengan jajaran Polres Gianyar, masih bisa melakukan OTT. Padahal dari pagi sampai malam disibukan dengan penertiban penerapan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Dikonfirmasi Kasubbag Humas Polres Gianyar, AKP I Nyoman Hendrajaya, belum menerima laporan. (dt)

Facebook Comments