OTT Melinggih ‘Jalan Ditempat’, Warga Minta Tindak Tegas

GIANYAR, BaliNews.id – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Perbekel Desa Melinggih I Nyoman Surata dan Kelian Dinas Banjar Geriya, Desa Melinggih, Payangan, I Nyoman Pania, pada Kamis (11/2) lalu, terkesan jalan ditempat.
Karena sudah hampir dua belum dilimpahkan ke Kejaksaan. Wargapun menanyakan kelanjutan proses hukum terhadap dua tersangka tersebut, dan meminta agar ditindak tegas.

Seperti diungkapkan Bendesa Dalem Sunia, Banjar Geriya, Melinggih, Dewa Rai, Minggu (4/4).

Ia mempertanyakan kelangsungan proses hukum OTT terhadap Perbekel dan Keliannya. “Selaku warga kami ingin tahu, sejauh mana sudah proses hukum kasus OTT itu. Apalagi sudah hampir dua bulan, kasus ini belum juga dilimpahkan,” ujarnya.

BACA JUGA  Ketua TP. PKK Gianyar Kunjungi Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Taro

Ia mempertanyakan itu, karena kata Dewa Rai, polisi sudah memanggil beberapa saksi untuk diminta keyerangan. Tetapi, tetap saja kasus ini masih jalan ditempat. “Saya berharap polisi secepatnya menyelesaikan kasus ini. Jangan sampai masyarakat punya anggapan lain, yang bisa membuat kepercayaan terhadap penegakan hukum berkurang,” ungkapnya.

Apalagi, jelas Dewa Rai, sudah ada beberapa saksi yang diminta keterangan. Bahkan korban sudah empat kali diminta keterangan, ada juga saksi yang diminta keterangan lebih dari sekali. “Ada apa ini, kok lama sekali kasus ini dilimpahkan?” tanyanya.

Selain memeriksa sejumlah saksi, berdasarkan informasi, kata Dewa Rai, pihak kepolisian juga sudah melakukan penggeledahan kantor Desa Melinggih, pada Selasa 23 Maret lalu. Setelah itu, pada 30 Maret juga mendatangi kantor Desa Melinggih. “Kurang apa lagi, apakah kurang cukup bukti. Atau karena ada tekanan dari pihak tertentu,” tegasnya.

BACA JUGA  Tega, Gadis 13 Tahun di Cabuli Ayah Tiri

Dikatakanya, sekarang ini zaman terbuka, semestinya pihak kepolisian juga transparan menangani kasus ini. “Jangan sampai karena ada tekanan, kasus tarik ulur dan polisi tidak berani melimpahkannya. Saya harap kasus ini segera bisa dilimpahkan,” ujarnya.

Sementara staf Kantor Desa Melinggih yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan penggeledahan di kantornya. Pada penggeledahan pertama, Selasa (23/3) lalu, polisi membawa sejumlah berkas. Termasuk buku register dan juga salinan SK Perbekel dan Kelian Dinas. “Pada Selasa (30/3), polisi kembali datang minta SK Perbekel dan Kelian Dinas yang asli. Tetapi tidak ada karena dijadikan anggunan bank,” jelasnya.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Gianyar, dikonfirmasi terkait perkembangan kasus OTT Melinggih ini, tidak ada respon. Pesan WA hanya dibaca, tetapi tidak ada tanggapan. (dt)

Facebook Comments