“Saya harap baik dari atlet, pelatih, pengurus, semuanya bisa bekerja sama dengan baik sehingga ada situasi yang baik juga terjalin di antara kami sebagai garda depan bulu tangkis Indonesia,” ungkap Greysia dalam laman resmi PBSI, Sabtu (7/2).

Selain komunikasi yang baik, Greysia juga menyoroti tantangan ketua umum baru yang harus berurusan dengan situasi pandemi COVID-19. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kepengurusan kali ini perlu kerja ekstra tak hanya melakukan penyesuaian, tetapi yang lebih penting adalah mempertahankan prestasi bulu tangkis Indonesia.

BACA JUGA  Video Insiden Mengerikan MotoGP Austria 2020

Selain dibutuhkan penyesuaian non-teknis, PBSI saat ini juga, menurutnya, ditantang bagaimana bisa tetap mencari dana terutama untuk keperluan pengiriman atlet bertanding di luar negeri.

“Harapan kami kepada pengurus baru memang dimulai pandemi ini saya rasa justru banyak banget ekstra yang harus dilakukan. Dalam sisi teknis pasti dibutuhkan penyesuaian karena dunia olahraga ini kan berbeda dengan dunia politik,”

“Kan yang diharapkan itu meski keadaan berubah, tapi prestasi tetap sama. Sebetulnya itu bukan hanya dari sisi pengurusnya saja, tapi dari atletnya juga sendiri. Harus ada komunikasi yang baik, sehingga kita bisa kerja sama dengan baik juga,” katanya menambahkan.

Partner Apriyani Rahayu itu juga berharap baik pengurus maupun pelatih dapat melindungi dan memberi rasa aman terhadap para atlet, terutama dalam situasi pandemi seperti sekarang.

BACA JUGA  Tottenham Resmi Datangkan Bale dan Reguilon

Di sisi lain, Greysia dan rekan-rekannya sebagai atlet siap melakukan tanggung jawab mereka, seperti disiplin, berlatih keras, dan bertanding.

“Sebagai atlet, harapan kami juga kami bisa berprestasi. Kami bisa melakukan bagian kami sebagai atlet, seperti disiplin, latihan, dan bertanding,”

“Sedangkan pengurus bisa melakukan bagiannya dalam hal melindungi dan memberikan rasa keamanan kepada kami sebagai atlet. Itu tugasnya Pak Agung dan Kak Rionny mungkin,” pungkas dia. (an)