Nyoman Parta : Gunung, Sungai dan Laut harus Tetap Menjadi Wilayah Milik Umum

BaliNews.id – Nama Bali sudah tidak asing lagi di Mancanegara apalagi Bali mempunyai banyak pantai yang menjadi destinasi kelas Dunia, Wisatawan dari seluruh dunia tentu ingin kenikmati kealamian Pantai pantai yang ada di Bali. Sementara, dari segi Agama Hindu, pantai amat sangatlah penting dalam kegiatan adat dan budaya. Untuk itu sangat penting diperhatikan oleh masyarakat sekitar agar terus menjaga kelestarian dan menjadi milik umum. Seperti yang disampaikan oleh Nyoman Parta (27/7) “Gunung, Sungai dan Laut melekat dengan cara beragama orang Hindu, Bali. Sepanjang masih ada Melasti, Nyegara Gunung, Nganyut, Nangluk. Maka Gunung, Sungai dan Laut harus tetap menjadi wilayah milik umum.”

Selain tetap menjaga pantai menjadi wilayah milik umum, Nyoman Parta juga mengingatkan serta selalu mengajak kita untuk ikut serta menjaga kebersihan dipantai. Dengan memungut sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

Gunung, Sungai dan Laut harus tetap menjadi wilayah milik umum
Gunung, Sungai dan Laut harus tetap menjadi wilayah milik umum

Hal ini mendapat perhatian serius dari Nyoman Parta, seperti diberitakan sebelumnya Adanya iklan promosi di media sosial berbunyi private beach di wilayah Nusa dua agar segera bisa di hapuskan. Juga nama pantai di Bali agar diganti dengan nama lokal. Nyoman Parta juga meminta agar ayunan atau swing segera di bongkar.

BACA JUGA  Relawan KESATRIA KERIS, Bentukan Ketut Putra Ismaya Jaya, yang Lagi Viral

Pada halaman Facebooknya (28/7) Nyoman Parta sempat menulis kembali :

YTH kasatpol PP Badung : Pernyataan anda memprihatinkan

Terimaksih sudah turunkan tim ke lokasi. Saya pikir saudara akan mencabut tiang yang dipasang di pantai bertulislan Lavaya Beach. Malah memberikan angin, seolah-olah pemasangan tiang di bibir pantai dengan memberi nama Laya Beach bukalah suatu persoalan. Bahkan saudara mengatakan itu hanya hiasan properti, waduh!

Saya ingin mengajak saudara kasatpol PP berpikir lebih runut.

Pertama : sesungguhnnya saya tidak ingin berpolemik dengan saudara. Tapi karena saya harus bertanggung jawab dengan apa yang telah saya sampaikan ke publik saya harus tanggapi pernyatan yang saudara sampekan di media.

Kedua : Coba baca promo yang dibuat oleh pihak Lavaya. Baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa inggris. Termasuk di IG. Saya kutip “Private Residence lokasi yang tepat berada dipinggir pantai yang akan di jadikan private beach” promo dalam bahasa inggris juga kurang lebih bermaksud sama. Baca ya; yang akan dijadikan private beach.

BACA JUGA  Angka Kasus COVID-19 Meningkat, Status Buleleng Menjadi Zona Merah

Ketiga : Promo ini dilanjutkan dengan pemasangan tiyang di bibir pantai bertulislan Lavaya Beach, itu untuk mempertegas bahwa pantai itu adalah bagian dari perusahan dan pantai itu adalah Private Beach.

Keempat : Masalah ayunan atau swing yang dipasang itu menurut saya kamuplase saja, lagian saya ingin bertanya! Apakah menurut kasatpol PP Badung, diareal pantai milik publik dibolehkan setiap orang atau perusahan memancang tiang atau meletakan sesuatu atas claim alat permainan atau promo tanpa ijin? Bukankah saudara di tugaskan untuk meneggakkan peraturan!

Kelima : Saya kira saudara akan turun kelokasi lalu mencabut tiang, kemudian mengajak prajuru memeberi nama pantainnya dg nama lokal. Sekaligus juga saudara meminta pihak Lavaya untuk menghilangkan tulisan yang akan dijadikan private beach didalam setiap promosinya, yeh ternyata jauh panggang dari api.

BACA JUGA  Usai Gelar Pesta Pernikahan, Pembobol ATM Ditangkap

Keenam : saya akan terus suarakan hal ini, tidak boleh ada pihak manapun baik terang terangan maupun terselubung ingin menjadikan pantai di Bali sebagai Private Beach. Sepanjang masih ada Melasti, Nganyut, Nyegara Gunung Nangluk, pantai harus tetap jadi areal publik.

Nyoman Parta Gunung, Sungai dan Laut harus tetap menjadi wilayah milik umum
Nyoman Parta Gunung, Sungai dan Laut harus tetap menjadi wilayah milik umum

Ini ditulisnya, setelah dari kasatpol PP Badung turun ke lokasi dan membaca statement di salah satu portal berita.

Namun tak lama berselang setelah beberapa jam, Nyoman Parta yang duduk di DPR RI mendapatkan kabar dari prajuru Desa Adat Tengkulung, kalau nama Lavaya Beach sudah dihapus dan akan diganti dengan nama Pantai Telaga Waja. Selanjutnya, agar pihak Lavaya menghapus semua iklan yang berisi tulisan berbunyi “akan dijadikan private beach.” Ini disampaikannya kembali lewat akun facebooknya.

Masyarakat Bali tentunya sangat mendukung langkah dari Anggota Legislatif Senayan ini untuk selalu berjuang menyuarakan kebenaran dan sebagai kontrol bagi para pemimpin atau pemangku kebijakan yang ada dibali. (gb)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id