Siswa Ingin Sekolah Karena Belajar Daring Kurang Maksimal

BaliNews.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta menyatakan sebagian besar para siswa di Jakarta menginginkan kembali pembelajaran tatap muka karena pembelajaran jarak jauh atau daring kurang maksimal.

“Dengan tatap muka, mereka dapat ingin menerima pembelajaran secara maksimal,” kata Ketua PGRI DKI Jakarta, Adi Dasmin saat diskusi dialektika demokrasi di gedung DPR, Jakarta, Kamis.

Dasmin menjelaskan alasan lain para siswa ingin masuk sekolah karena mereka ingin mengenal teman-temannya di sekolah, setelah berapa bulan mereka bersekolah lewat daring, tetapi tidak pernah mengenal temannya.

“Mereka juga ingin mengenal guru, pegawai dan lingkungan sekolah sekolah, ” ujar Dasmin. Paling penting menurut para siswa, kata Dasmin, mereka ingin ikut pembelajaran praktikum untuk sekolah kejuruan, serta sekolah umum seperti praktek-praktek di laboratorium. Bahkan para siswa ingin melakukan pembelajaran olahraga dan ibadah di sekolah bersama teman-temannya.

BACA JUGA  UU Cipta Kerja Disebut Bakal Perbanyak Jumlah UMKM Perikanan

Dasmin menjelaskan dirinya telah melakukan survei terhadap warga DKI Jakarta dan mendapatkan beberapa pendapat dari orang tua murid dan para siswa. Namun kata Dasmin, sebagian orang tua juga menyatakan keraguan untuk rencana pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal itu berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19.

“Saat para siswa istirahat atau keluar kelas, itu sangat sulit sekali dikontrol,” kata Dasmin. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pada Desember mendatang Pemprov DKI Jakarta akan melakukan kajian lebih dalam kebijakan sekolah tatap muka yang diinstruksikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Mengenai tatap muka di sekolah, kami sudah mendengar arahan dari kementerian, tapi kami akan lebih jauh lagi mengkaji, karena kondisinya di tiap daerah tentu beda-beda,” kata Anies.

BACA JUGA  Reformasi Pendidikan Nasional Melalui Merdeka Belajar

Selain itu, kata Anies, pihaknya akan mengkonsultasikan lebih lanjut dengan para ahli di bidang kesehatan dan di bidang pendidikan terkait tatap muka sekolah sehingga keputusan itu akan berdasarkan situasi di Jakarta. (an)

Facebook Comments