Mahfud MD : Polisi Akan Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan

BaliNews.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan aparat kepolisian akan menindak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dengan tegas.

“Kita telah menemukan formulasi yang tidak perlu peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu), tetapi menggunakan KUHP,” kata Mahfud saat menjadi pembicara Webinar Nasional “Evaluasi 6 Bulan dan Proyeksi Satu Tahun Penanganan COVID-19 di Indonesia” secara virtual di Jakarta, Sabtu (12/9) malam.

Polisi akan tindak pelanggar protokol kesehatan
Tangkapan layar Menko Polhukam Mahfud MD saat menjadi pembicara Webinar Nasional “Evaluasi 6 Bulan dan Proyeksi Satu Tahun PenangananCOVID-19 di Indonesia” secara virtual di Jakarta, Sabtu (12-9-2020). ANTARA/Syaiful Hakim

Ia lantas menekankan, “Pokoknya sekarang polisi diberi tugas. Saya sudah memberi tugas sebagai Menko Polhukam tertibkan itu. Kalau ada yang melawan akan ditangkap.”

Kendati demikian, lanjut dai, penindakan terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan bukan karena tidak memakai masker, melainkan melawan petugas ketika disuruh menggunakan masker.

BACA JUGA  Skenario Pemulihan Ekonomi Saat Covid-19 Bocor ke Publik

“Nah, kita lebih baik mencari dengan cara-cara itu. Penindakan ketat ini untuk menekan penyebaran COVID-19,” kata Mahfud menegaskan. Dalam UU Kesehatan, kata Mahfud, juga mengatur bahwa bila membahayakan orang lain karena bencana ini akan ada hukumannya.

“Nah, ini yang akan mulai dilakukan. Saya sudah mulai komunikasi agar diberikan shock therapy (yang melanggar). Tangkap orang kalau macam-macam. Tapi tentu pemerintah akan menyediakan masker bagi masyarakat,” kata Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menambahkan bahwa pemerintah sengaja tidak mengeluarkan perppu dalam menegakkan protokol kesehatan mengingat penerbitan perppu membutuhkan waktu relatif lama.

Facebook Comments

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Redaksi

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id