Dikaitkan Bom Makassar, Mabes Polri Tegaskan Pimpinan JAD Vila Mutiara Sudah Meninggal

BaliNews.id – Mabes Polri memastikan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Vila Mutiara, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ustaz Basri telah meninggal dunia.

Seperti diketahui, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, L dan YSF merupakan bagian dari JAD Vila Mutiara. Vila itu menjadi tempat kajian dan lokasi untuk melakukan beberapa pertemuan di antara kelompok tersebut. “Kan awalnya Ustaz Basri, kan sudah meninggal dunia,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (31/3), seperti dilansir dari Sindonews.

Menurut Rusdi, meskipun Basri sudah tewas, namun pemikiran-pemikirannya yang menjurus radikal sampai saat ini masih terus berkembang.”Awalnya dari situ, terus berkembang seperti itu,” ujar Rusdi.

BACA JUGA  Bali United Kecewa Piala AFC Dihentikan

Sekadar informasi, Basri sendiri seorang terpidana kasus terorisme yang telah meninggal dunia saat masih mendekam di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah. Saat itu, Ia diduga terlibat proses Baiat ISIS di Makassar. Rusdi menambahkan, jaringan JAD ini memiliki ciri khas, yakni terbagi dalam banyak sel yang tersebar. Selain itu, jaringan sel tersebut terputus-putus dan tidak saling terkoneksi. “JAD kadang-kadang selnya terputus. Mereka punya kelompok-kelompok,” ucap Rusdi.

Dalam peristiwa yang terkait langsung dengan bom Makassar, Polri sudah menciduk delapan terduga teroris. Mereka adalah, AS, SAS, MR, AA, MM, M dan MAM, dan I. Sedangkan, L dan YSF tewas karena menjadi pengantin (*)

Facebook Comments