MPLS Siswa SMP di Buleleng Tak Semuanya Online

Buleleng, BaliNews.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai dilakukan secara serentak Senin (13/7). Sebanyak 11.991 orang siswa yang akan masuk jenjang SMP mulai mengikuti MPLS pada Senin (13/7) hingga Rabu (15/7) mendatang. Dari 85 SMP/Mts baik negeri dan swasta di Buleleng tidak semua melakukan MPLS secara online. Masih terdapat yang melakukan MPLS secara offline.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Buleleng, Made Astika smenerangkan MPLS dilaksanakan sesuai dengan Permendikbud nomor 18 tahun 2016. MPLS di tengah pandemic Covid-19 tidak menghadirkan siswa ke sekolah, namun mereka cukup mengikuti dari rumah saja.

“Pelaksanaan MPLS pada hari pertama berjalan seperti biasa. Sama seperti tahun sebelumnya. Namun perbedaannya tahun ini dilakukan secara online dan ofline, mengingat situasi pandemic,” ujar Astika

BACA JUGA  Ombak Besar Hancurkan Lahan Petani Garam

Astika menjelaskan teknis pelaksanaan MPLS secara offline itu materi pengenalan akan dikirim, kemudian siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Namun, siswa sebut Astika tetap berada di rumah. Sedangkan, bagi siswa yang tak memiliki HP, maka wajib dipantau oleh guru-gurunya.“Sehingga siswa yang tinggalnya jauh, bisa dikumpulkan sekitar 5 orang siswa di lokus tertentu. baru diberikan materi MPLS,” imbuhnya.

MPLS Siswa SMP di Buleleng Tak Semuanya Online
MPLS Siswa SMP di Buleleng Tak Semuanya Online

Bagi sekolah yang melaksanakan MPLS dalam online, maka pengenalannya bisa menggunakan media google Classroom, mengirimkan video by WhatsApp dan juga bisa melakukan video conference melalui aplikasi Zoom Meeting.

“Kami monitoring pelaksanaannya di dua tempat, di SMPN 1 Singaraja yang melakukan MPLS secara daring melalui Video Conference Zoom. Sedangkan SMPN 2 Singaraja menggunakan Google Classroom dan Whatssapp,” pungkasnya.

BACA JUGA  Bobol Toko, Pria Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi 
MPLS Siswa SMP di Buleleng Tak Semuanya Online
MPLS Siswa SMP di Buleleng Tak Semuanya Online

Kepala SMPN 1 Singaraja, Dra. Ni Putu Karnadhi, M.Si mengaku jika pelaksanan MPLS dilakukan  secara daring utamanya menggunakan dua aplikasi yakni Google Classroom dan Zoom. Saat pemberian materi, kami menggunakan Google Classroom, sedangkan ketika greeting  host menggunakan Zoom dan Google Classroom. “Nanti anak-anak ada latihan soal untuk tes kemampuan dasar untuk mengukur kesiapan siswa dalam pembelajaran selanjutnya,” ujar Karnadhi.

Secara teknis, 358 siswa baru yang mengikuti MPLS dibagi menjadi 11 kelompok. Dengan dibagi menjadi beberapa kelompok saat pemberian materi, pihaknya bisa langsung melihat perilaku siswa melalui aplikasi Zoom Meeting selama MPLS.

“Siswa wajib menggunakan seragam waktu di SD saat MPLS online, ukuran rambut juga diperiksa. Yang laki cukurannya 3, 2, 1. Sedangkan perempuan rambutnya jalin dua pakai pita waktu di SD dan pakai sepatu” imbuhnya lagi. (jar)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id