MDA Gianyar Tegaskan Nyepi Tahun Ini Tanpa Pawai Ogoh-Ogoh

GIANYAR, BaliNews.id – Berdasrkan hasil rapat Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar dengan MDA Kecamatan di Gianyar, memastikan pawai ogoh-ogoh di Gianyar ditiadakan.

“Kami merujuk instruksi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penanganan Covid-19 khususnya di Kabupaten Gianyar. Karena itu, pawai ogoh-ogoh ditiadakan. Hasil keputusan ini segara diturunkan kepada 273 desa adat di kabupaten Gianyar,”  jelas Ketua MDA Kabupaten Gianyar, Anak Agung Alit Asmara, Selasa (9/2).

Begitu juga dengan pelaksanaan melasti yang akan dilaksanakan oleh desa adat. Hanya saja pihaknya mengatakan penanganan kasus covid-19 melalui PPKM masih berdinamika. “PPKM Mikro sampai diperpanjang sampai 22  Februari 2021 ini, setelah itu kami tunggu dinamikanya, menunggu intruksi MDA provinsi sebagai partner pemerintah provinsi. Kami tetap patuhi surat edaran provinsi, siapa tau nanti berubah, kita juga akan rubah,” ujarnya.

BACA JUGA  Ambulans bawa tiga pasien COVID-19 alami kecelakaan

Diakuinya adanya deresta adat atau desa mawacara memang memberikan ruang kepada desa adat untuk tidak sepenuhnya terikat dalam sistem komunal. “kalau bisa dalam situasi seperti ini mohonlan dimaklumi kalau bisa ngubang lebih baik ngubeng. Melasti masih akan dibahas. Mengindetifikasi masalahnya, biar tidak sasalah kita” ungkapnya.

Sementara terkait pelaksanaan PPKM Bersekala mikro. Pihaknya juga mengatakan pelaksanaanya sesuai intruksi kementrian dalam negeri. “Covid-19 di Gianyar cukup memberikan dampak, sehingga lurah, perbekel dan desa adat harus bersinergi untuk penanganan covid-19,” jelasnya.

Di Gianyar terkait logistik, ruangan isolasi sudah berjalan. “Namun dilihat dari pencegahan kurang maksimal, sehingga di diaktifkan kembali santuan tugas goong royong bersama kelurahan, perbekek dan desa adat,” pungkasnya. (dt)

Facebook Comments