Masyarakat Desa Pedawa Simpan Tujuh Sarkofagus

Buleleng, BaliNews.id – Desa Pedawa, Kecamatan Banjar,  merupakan salah satu desa tua yang ada di Buleleng. Bersama empat desa disekitar, Desa Cempaga, Desa Sidatapa, Desa Tigawasa dan Desa Banyusri termasuk dalam desa Bali Aga (Bali Mula). Desa Pedawa sebagai salah satu desa Bali Aga, menyimpak banyak keunikan tradisi dan peninggalan sejarah. Terkait dengan peninggalan sejarah, tak banyak yang mengetahui bahwa di Desa Pedawa, telah ditemukan sebanyak tujuh Sarkofagus (Kubur Batu) yang tersebar di seluruh desa di lahan milik warga setempat.

Penemuan Sarkofagus terbaru, ditemukan di Banjar Dinas Insakan, pada 10 November 2019 lalu. Sarkofagus itu ditemukan oleh Putu Oka Yasa (35), saat akan membuat lubang kompos di kebun cengkeh milik Suka Yasa. Awalnya lubang kompos dibuat oleh rekan kerjanya di kebun cengkeh. Saat menemukan benda keras, penggalian dikerjakan oleh Putu Oka Yasa. Penggalian terus dilakukan, hingga terlihat benda berupa batu. Putu Oka, merasa penasaran, dan batu itu pun di pecahkan. Setelah dipecahkan, Sarkofagus itu pun dinaikan dari dalam lubang kompos. Semua pecahan sarkofagus ditetap dikumpulkan menjadi satu. “Setelah menemukan batu itu, jtiang menarasan dengan isinya, saya tidak tau itu sorkofakus. Saya juga tidak tau bentuk sarkofagus. Lalu saya, pecahkan dengan alat yang ada. Setelah saya pecahkan, isinya cuma tanah, tidak ada isi apa-apa” ungkap Putu Oka Yasa saat ditemui di kebun cengkeh, Minggu (28/6).

BACA JUGA  Dicurigai Nyantet, Kakek Disabit

Sehari setelah penemuan sarkofagus itu, hal mistis malah dialami oleh si istri Kadek Retiasih (45) yang sempat bermimpi didatangi oleh seorang perempuan berbaju putih. Di dalam mimpi, seorang perempuan berbaju putih itu datang, serta memberikan tiga buah permata. Perempuan yang hadir dalam mimpi itu juga berpesan agar, menjaga kubur batu itu dengan baik dan jangan dipindahkan lagi. “Tiang sempet mimpi, sampai mengingau juga. Tiang bermimpi di datangi perempuan baju putih, memimta saya untuk menjaga batu itu dan saya diberikan tiga buah permata, setelah itu saya sadar dan langsung bingung mencari permata, ternyata itu cuma di mimpi saja” tutur Kadek Retiasih.

BACA JUGA  Disangka Tidur, Tukang Pijat Tewas di Pos Kamling

Kadek Retiasih juga sempat bertanya keorang pintar terkait dengan keberadaan sorkofagus yang temukan suaminya, dan diminta untuk mengaturkan banten pengampura (permohonan maaf) karena telah merusak kubur batu tersebut.

Penemuan baru di Banjar Dinas Insakan, nemabah deretan penemuan sarkofagus yang ada di Desa Pedawa. Total hingga saat ini telah ditemukan tujuh sarkofagus. Lokasi penemuan Di Banjar Dinas Munduk Waban sebanyak dua buah, Banjar Dinas Asah tiga buah,Banjar Dinas Laba satu buah dan terbaru Banjar Insakan satu buah.

Putu Yuli Supriyandana, Ketua Komunitas Kayoman Pedawa, yang selama ini cukup getol terhadap pelestarian lingkungan dan kebudayaan di desa menyatakan bahwa penemuan di sarkofagus ini telah berlangsung lama dan terbaru di Banjar Dinas Insakan. Banyak warga yang tidak paham tentang sarkofagus, sehingga banyak yang menemukan benda ini dianggap benda biasa bahkan ada yang telah dihancurkan. Saat ini, Komunitas Kayoman, mulai memberikan pemahaman kepada warga terkait sarkofagus. “Warga memang banyak yang belum paham tentang ini, makanya kami coba berikan pemahaman kewarga, syukurnya warga kini sudah mulai mengerti. Sehingga setiap ada penemuan mereka pasti menghubungi kami” ucapnya

BACA JUGA  Warung Milik Mudani Terbakar, Kerugian Rp 10 Juta

Dari ketujuh penemuan sarkofagus di Desa Pedawa, seluruhnya belum sempat dikunjungi oleh Balai Arkeologi Bali. Penemuan ini akan sangat penting bagi desa, terkait dengan sejarah desa. “Kami belum pernah bersurat ke Balai Arkeologi, kami berharap pemerintah desa bisa melakukan itu. Penemuan ini sangat penting bagi pelajaran untuk warga terkait dengan sejarah desa” Tegasnya (JAR)