Lomba TikTok Menjadi Bagian Dari Festival Seni Bali Jani 2020

Denpasar, BaliNews.id – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II Tahun 2020 yan diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober hingga 7 November akan menghadirkan lomba video TikTok untuk memberikan kesempatan kepada kreator atau koreografer melakukan olah kreasi virtual dalam bentuk koreografi tari.

“Lomba video TikTok ini baru pertama kali digelar. Pertama, karena memang ada aplikasinya khusus. Kemudian kita tahu di masyarakat banyak penggemarnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof Dr I Wayan “Kun” Adnyana di Denpasar, Senin (14/9). Selain itu, ujar dia, dengan lomba (pawimba) video TikTok itu sekaligus untuk mencari bakat dalam konteks mengembangkan tari ataupun tata koreografi.

Lomba TikTok Menjadi Bagian Dari Festival Seni Bali Jani 2020
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof Dr I Wayan “Kun” Adnyana (Antaranews Bali/istimewa/2020)

“Yang terpenting tujuan utama lomba ini untuk mempopulerkan keberadaan Festival Seni Bali Jani 2020 bagi kalangan muda,” katanya. Kun Adnyana menambahkan FSBJ II tahun 2020 yang mewadahi seni inovatif dan kekinian itu, yang dilaksanakan secara virtual di tengah pandemi COVID-19, menjadi konsistensi jawaban atas pemberlakuan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang diundangkan 9 Juli 2020.

BACA JUGA  Kolaborasi Guru, Siswa, dan Peran Orang Tua sebagai Kunci Sukses E - Learning di Sekolah Dynata

FSBJ tahun ini mengangkat tema “Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi” yang bermakna semesta kreativitas terkini dalam “mencandikan” jiwa, spirit, taksu, atau ide-ide yang cemerlang. Sebagai refleksi dan akselerasi situasi pandemi dengan tema tersebut, maka ditetapkan tagline FSBJ II Tahun 2020: Bali Arts Virtual.

Terkait dengan sajian lomba video TikTok tersebut, peserta mengolah secara kreatif materi-materi atau ide-ide otentik dengan komposisi musik yang telah disiapkan oleh panitia. Dengan demikian, lanjut Kun Adnyana, TikTok bisa dimanfaatkan sebagai upaya turut serta memajukan seni budaya Bali, sehingga semakin mendapat apresiasi publik nasional dan bahkan internasional. Peserta merupakan masyarakat umum, perorangan, atau kelompok maksimal tiga orang.

BACA JUGA  Pencuri Dihajar Warga Meninggal

“Jadi kita yang buatkan musik dan lagunya. Semacam menjadi ‘mars-nya’ Festival Seni Bali Jani. Nanti direspon oleh peserta lomba dengan gerak dan tari. Karena konten dalam TikTok itu berupa musik dan lagu, sehingga dengan cara diperkenalkan dan ditonton berulang-ulang di aplikasi TikTok membuat masyarakat lebih mudah mengakrabi keberadaan festival ini,” kata Guru Besar Bidang Sejarah Seni Rupa ISI Denpasar itu.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya ยป

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id