Korban Meninggal Covid-19, Sempat Ditolak Saat Akan Dikremasi

Buleleng, BaliNews.id – Kembali terjadi di Buleleng, satu orang dinyatakan meninggal akibat terpapar Virus Covid-19 pada Sabtu (8/8) pagi. Persitiwa memilukan pun terjadi, saat jenazah hendak dikremasi di Krematorium Yayasan Pengayom Umat Hindu (YPUH) yang berlokasi di wilayah Banjar Barunasari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. Warga setempat menolak pelaksaan kremasi jenasah korban Covid-19. Peristiwa penolakan inipun viral di media sosial.

Dalam video terlihat warga yang tidak terima meminta agar jenazah tersebut tidak dikremasi di areal Banjar Barunasari tepatnya di Krematorium YPUH Buleleng. Warga khawatir terjadi penyebaran kasus baru di lingkungannya.

Di dalam video tersebut salah seorang warga berkata “Para pejabat yang memberi refrensi, tolong dipertanggungjawabkan. Kami warga tidak terima. Ketentuan-ketentuan Satgas Covid kan sudah ada. Kenapa harus seperti ini. Banjar kami, lingkungan kami tidak mau, tolong agar pejabat berkordinasi,”

BACA JUGA  Diduga Sepi Job, Oknum Wasit Sepak Bola Jadi Pengepul Togel Online

Lurah Kampung Baru Ngurah Oka saat dikonfirmasi terkait peristiwa penolakan yang terjadi di wilayahnya, tak membantah jika ada warga yang menolak pembakaran jenazah terkonfirmasi di crematorium YPUH Buleleng “Memang benar warga kami menolak jenazah dengan diagnosa Covid-19 untuk dibawa ke Yapuh tempat jenazah akan dikremasi,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (9/8) siang.

Menurut Oka penolakan dilakukan lantaran warga takut virus corona akan menyebar di kampung mereka bersamaan dengan keberadaan jenazah Covid-19 akan dikremasi di YPUH. ”Saya kebetulan sedang tidak ada ditempat saat peristiwa penolakan itu namun laporan RT setempat warga memang khawair sehingga bersikeras menolaknya,” singkatnya.

Korban Meninggal Covid-19, Sempat Ditolak Saat Akan Dikremasi

Sementara itu, secara terpisah Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa tak menampik adanya  penambahan satu orang meninggal akibat terpapar Covid-19 dari Kecamatan Sawan. Jenazah berjenis kelamin pria berusia 65 tahun tersebut dilaporkan meninggal pada Sabtu pukul 08.00 Wita, karena mengalami penyakit penyerta diabetes.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id