Kopabara Gelar “Pamer Kopi Buleleng” Ajang Bertemu Pelaku Dan Pecinta Kopi

Buleleng, BaliNews.id – Kabupaten Buleleng merupakan kabupaten penghasil kopi di Bali.  Setiap tahunnya Buleleng mampu menghasilkan sebanyak 4.524,38 ton kopi robusta dan arabika. Kopi robusta sebanyak 3.986 dan 538,26 ton kopi arabika. Dengan hasil yang cukup banyak ini, Buleleng menjadi kabupaten penyedia kebutuhan kopi di Bali dan Indonesia. Namun dengan jumlah yang banyak ini, tidak serta merta membuat kopi Buleleng menjadi tuan rumah di daerahnya.

Melihat potensi ini, Koperasi Pangan Bali Utara bekerjasama dengan Coffee Shop Ko-Vaitnam menggelar ajang Pamer Kopi Buleleng. Acara yang diselenggarakan merupakan salah satu langkah untuk membantu memperkenalkan kopi Buleleng.

Kopabara Gelar Pamer Kopi Buleleng Ajang Bertemu Pelaku Dan Pecinta Kopi
Kopabara Gelar Pamer Kopi Buleleng Ajang Bertemu Pelaku Dan Pecinta Kopi

Ketua Koperasi Pangan Bali Utara, Dede Tobing Crysnanjaya mengatakan, kegiatan Pamer Kopi Buleleng ini juga serangkaian dengan Hari Kopi Internaional pada tnggal 1 Oktober. Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mempopulerkan kopi Buleleng. “Berbicara masalah kopi adalah berbicara tentang rasa. Disini kami pertemukan pelaku-pelaku kopi dan juga pecinta kopi. Kami berharap dengan adanya ajang ini, dapat membantu memasarkan produk mereka ditengah pandemi ini,” jelasnya.

BACA JUGA  Warga Desa Adat Bona Kembali Dapat Bantuan 

Tobing menambahkan, kegiatan ini juga diisi dengan eksebisi kopi. Ada delapan brand kopi lokal Buleleng yang turut memamerkan produknya dalam kegiatan ini. “Awalnya hanya ada 7 brand, setelah kita sebar poster di sosmed, bertambah lagi 1 jadi total 8 brand. Mereka diantaranya Kopi Gesing, Kopi Moola Pedawa, Kopi Banyuatis, Kopitem Sekumpul, Kopi Blue Tamblingan, Amerta Giri Wanagiri, Wanagiri Bali Coffee dan Darjan Kopi” jelasnya.

Kopabara Gelar Pamer Kopi Buleleng Ajang Bertemu Pelaku Dan Pecinta Kopi
Kopabara Gelar Pamer Kopi Buleleng Ajang Bertemu Pelaku Dan Pecinta Kopi

Selain memamerkan beberapa produk kopi lokal Buleleng, kegiatan Pamer Kopi Buleleng juga diisi dengan diskusi tentang potensi kopi. Pada hari pertama kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua KWT Sari Amerta Giri Komang Budiani, yang membahas tentang proses yang dilakukan oleh para perempuan tani di Desa Wanagiri, Ketut Sudisma pemilik brand Kopitem Sekumpul yang membahas tentang anak muda yang mencoba membangun usaha kopi dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

BACA JUGA  KOPABARA - Pamer Kopi Buleleng ( Event )

Kegiatan ini dilaksanakan di Coffee Shop Ko-Vaitnam jalan Bisma Nomor 76 Singaraja selama dua hari. Dihari kedua, Sabtu (3/10) menghadirkan narasumber Putu Ardana pemilik brand kopi Blue Tamblingan yang membahas tentang perkembangan kopi di dataran tinggi Buleleng. Komang Sukarsana pemilik brand Kopi Bali Arabika yang membahas tentang potensi dan peluang bisnis kopi Buleleng di Bali dan Indonesia, dan terakhir Gede Pusaka Direktur Kopi Banyuatis dan Kopling dengan bahasan tentang legenda kopi di Buleleng yang hingga saat ini masih bertahan di Buleleng. (JAR)

Editor : Agus Hendrawan

Facebook Comments

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id