Kecam Spanduk Provokasi, Garppar Katakan Pemasang Pengecut

Spanduk yang dianggap berisikan kata-kata provokatif dipasang di beberapa titik seputaran Gianyar, dicabut oleh petugas Satpol PP bersama jajaran kepolisian.

GIANYAR, BaliNews.id –  Spanduk provokasi dipasang di lima lokasi oleh oknum yang tidak bertangung jawab, sangat disayangkan. Karena bisa menimbulkan kegaduhan baru, terkait lahan Pasar Umum Gianyar. Hal itu diungkapkan Ketua Garda Pejuang Penerus Aspirasi Rakyat (Garppar), Ngakan Made Rai, Rabu (17/3).

Dikatakanya, spanduk yang bertuliskan ‘Status tanah pasar Gianyar sudah jelas, lanjutkan pembangunan pasar Gianyar’ dan ‘Yen ngelah bukti ajukan gugatan, yen sing ngelah bukti luwungan ngoyong’, menurutnya merupakan provokasi.

Saat ini, kata Ngakan Rai, Gianyar sudah kondusif, jangan lagi buat kegaduhan baru. Biarkan masalah tanah itu berproses. Pihak bendesa tetap dengan sikapnya untuk mediasi, sedangkan pemerintah mengatakan tidak ada masalah. Sedangkan BPN minta agar diselesaikan lewat jalur hukum. “Kita tunggu saja, keputusan hukum terkait masalah tanah itu,” ujarnya.

BACA JUGA  Ny Putri Koster Dorong UMKM Bali Masuk Ke Marketplace Berbasis Digital

Ngakan Rai mengecam oknum yang memasang spanduk tersebut. Jangan menjadi pengecut, kalau jantan isi nama di spanduk tersebut. “Siapapun yang memasang, janganlah pengecut. Spanduk tersebut justru akan membuat gaduh, akan saling duga siapa pembuatnya. Kasian Pak Bupati, kalau liat isi spanduk itu. Untung saja Satpol PP secepatnya membuka spanduk itu,” jelasnya.

Tunjukan

Sekali lagi Ngakan Rai menegaskan, Gianyar sudah kondusif, mari kita jaga bersama-sama dan jangan buat kegaduhan baru lagi. “Siapapun yang memasang saya berani katakan manusia pengecut. Gianyar sudah kondusif jangan dibuat gaduh lagi,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Satpol PP Gianyar, Made Watha mengataķan, setelah mendapatkan laporan adanya pemasangan spanduk ia meminta kepada anggotanya dan juga didampingi dari kepolisian membuka spanduk tersebut. “Setelah mendapatkan laporan saya perintahkan langsung membuka spanduk tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA  Buronan Interpol Rusia melarikan diri dari Kanim Ngurah Rai

Dijelaskannya, spanduk dipasang di lima lokasi. Yaitu di selatan Alun-alun Astina, jembatan Tukad Gonggang, Jalan Ciung Wenara, Jalan Dharma Giri dan Barat Setra Beng. “Spanduk di pasang di lima lokasi. Semua sudah kita buka,” pungkasnya.

Bendesa Adat Gianyar, tidak mau menanggapi pemasangan Spanduk tersebut. Saat dikonfirmasi ia mengatakan no komen. (dt)

Facebook Comments