Jelang Imlek, Warga Tionghoa Bali Gelar Ritual Pembersihan Patung Dewa

Warga Tionghoa Bali gelar ritual Bersihkan patung Dewa di Griya Kongco Tanah Kilap, Denpasar.

DENPASAR, BaliNews.id – Warga Bali keturunan Tionghoa mengadakan ritual pembersihan patung dewa yang berjumlah ratusan di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2572.

“Tujuannya, supaya para dewa kembali ke langit sebelum dibersihkan,” kata pemangku di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Ida Bagus Adnyana, di Denpasar, Sabtu (6/2).

Para umat melakukan prosesi pembersihan patung dewa di Kongco ini untuk persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2572 yang dilaksanakan pada 12 Februari 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sebelum melakukan pembersihan, umat terlebih dahulu melakukan persembahyangan untuk mengantar dewa ke langit.

Pembersihan dimulai dengan menurunkan patung dewa dari tempat persembahyangan dan membersihkan sekaligus mengecat beberapa bagian tempat suci di lingkungan kongco.

BACA JUGA  Polda Bali Perketat Pengamanan TPS Untuk Hindari Klaster Pilkada

Patung dewa ini dibersihkan oleh umat menggunakan air suci atau tirta yang berisi bunga. Setiap umat yang membersihkan patung dewa diwajibkan memakai masker.

“Kami juga melakukan pemasangan umbul-umbul, lampion, pembersihan tempat persembahyangan dan pembersihan lingkungan kongco ini,” ujarnya.

Di Kongco ini terdapat ratusan patung dewa yang terlengkap di Bali. Dewa tersebut seperti Ong Tai Jin, Dewa Kwankong, Dewa Laut, Ratu Syahbandar, Sam Po Kong, Dewa Naca, dan Patung Tujuh Dewi.

Untuk pembersihan patung dewa ini khususnya Patung Tujuh Dewi harus dilakukan oleh orang yang sudah “diwinten” atau dibersihkan dengan upacara.

“Harus bersihkan diri dulu atau ‘diwinten’ baru bisa melakukan pembersihan patung dewa ini,” katanya.

BACA JUGA  Pemkab Tabanan Lakukan Evaluasi Meningkatnya COVID-19

Setelah pembersihan ini dilaksanakan prosesi sembahyang menjemput dewa. Tujuan pembersihan ini agar umat mengawali Tahun Baru Imlek dengan sesuatu yang bersih.

“Rata-rata pembersihan dewa dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek dan tidak boleh sembarang naik-turunkan dewa, makanya ada sembahyang mengantar dewa ke langit dan menjemput dewa,” katanya.

Pada 11 Februari 2021 akan dilaksanakan persembahyangan bersama pada pukul 00.00 Wita untuk menutup tahun dan menyambut Tahun Baru Imlek. Tetapi, dikarenakan masih pandemi COVID-19, peserta yang ikut prosesi dibatasi jumlahnya dan menerapkan protokol Kesehatan.

“Persembahyangan menerapkan sistem sif dan diatur petugas sehingga mengantisipasi kerumunan dan warga yang membeludak,” katanya.

Untuk ritual barongsai tetap digelar namun juga terbatas. Barongsai merupakan simbol kebaikan dan kejahatan.

BACA JUGA  Wujudkan Desa Wisata, Pejeng Kangin Terima Bibit Tanaman dan Ikan

Di Kongco ini, umat Hindu dan Buddha bersatu sembahyang dalam satu tempat sebagai simbol akulturasi. Selain itu, kongco seluas sembilan are ini juga ada bangunan Padmasana yang merupakan tempat pemujaan umat Hindu.

Hiasan Pohon Kristal Imlek


Jelang Imlek tahun ini, para pembuat hiasan bernuansa Imlek sudah mulai menelurkan kreasinya masing-masing. Semisal perajin Pohon Kristal, yang sudah mulai merangkai Pohon Kristal bernuansa Imlek buatannya di Griya Cristal, Denpasar, Bali, Senin (8/2). Pohon Kristal tersebut dijual selain di Bali, dijual pula ke berbagai daerah di Indonesia secara daring sebagai bingkisan perayaan Tahun Baru Imlek dengan harga Rp150 ribu hingga Rp1 juta per buah tergantung ukuran. (an/ta)

Facebook Comments