JAGA KETAHANAN BULELENG, 13 LPM DISTIMULUS PEMKAB

Buleleng, BaliNews.id – Kondisi pandemi hingga saat ini masih terjadi, walau pemerintah pusat telah mencanangkan program New Normal, namun kondisi di daerah seperti di Buleleng, kasus positif covid-19 belum menunjukan trend penurunan. Kondisi pandemi yang telah terjadi hampir selama tiga bulan ini, telah merubah pola kehidupan masyarakat. Pandemi pun berdampak terhadap sektor ekonomi bidang pangan. 

Menghadapi pandemi Covid-19 ini, satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah menjaga ketahanan pangan masyarakat. Berbagai upaya dilakukan dengan mengoptimalkan peran lumbung pangan masyarakat, pemberdayaan pekarangan lestari, dan pengembangan usaha pangan masyarakat/lembaga distribusi pangan yang dibina. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan pangan masyarakat.

BACA JUGA  Hilang Sehari, Seorang Nenek  Ditemukan Gantung Diri di Pohon Sawo

Bupati Buleleng, Agus Suradnyana, menyampaikan, melalui instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran dan percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Pemerintah Daerah meliputi peningkatan kapasitas terhadap tiga aspek.

“Tiga aspek tersebut yaitu penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan penyediaan Jaring Pengamanan Sosial (JPS) / Social Safety Net. Salah satu didalamnya adalah ketahanan pangan, dan jangan sampai ketahanan pangan kita ini terganggu akibat pandemi ini,” ungkapnya saat menyerahkan stimulus usaha kepada 13 Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang tersebar di Buleleng. 

Penyerahan berlangsung di Lobbi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat (29/5). Total bantuan stimulus usaha yang diberikan kepada 13 LPM berjumlah Rp. 333.000.000,- Stimulus ini diberikan mengingat potensi gabah Buleleng setiap tahunnya selalu surflus. Gabah-gabah produksi Buleleng selama ini, selain diolah oleh penggilingan padi/Rice Milling Unit (RMU) yang ada di Buleleng (termasuk lumbung pangan masyarakat didalamnya), sebagian besar gabah Buleleng juga dibeli oleh RMU dari luar buleleng (seperti Jembrana, dan Banyuwangi) sehingga gabah ditingkat petani selalu habis terjual.

BACA JUGA  Pangdam IX/Udayana Vidcon Percepatan Penanganan Covid-19, Ini Arahan Presiden Jokowi

Namun dimasa-masa pandemi covid-19 ini, ketika terjadi pembatasan kegiatan masyarakat dan tersendatnya jalur distribusi, mengakibatkan pembelian gabah di tingkat petani menjadi terkendala.

“Dengan pemberian stimulus ini diharapkan dapat membantu usaha lumbung pangan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di masyarakat serta tentunya meningkatkan usaha para petani lokal buleleng karena gabahnya bisa dibeli dengan harga yang baik,” ungkap Putu Agus Suradnyana yang juga selaku Ketua GTPP Covid-19 di Buleleng.

Bupati Buleleng selaku kepala daerah berharap, gabah Buleleng tidak dibeli oleh pengusaha dari luar daerah dan mencegah terjadinya permainan harga. Melalui LPM ini, nantinya diharapkan mampu menstandarkan harga jual dipasaran. “saya mengharapkan bantuan dapat dipergunakan dan dikelola sebaik-baiknya oleh LPM untuk membeli gabah petani lokal Buleleng, untuk menjaga ketahanan pangan khususnya menjaga ketersediaan beras di Kabupaten Buleleng khususnya saat menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini” tegas Agus Suradnyana. (JAR)