Industri Pariwisata Butuhkan Sentuhan Berkelanjutan

Badung, BaliNews.id – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan industri pariwisata di daerah itu tetap membutuhkan sentuhan pengembangan secara berkelanjutan meskipun saat ini masih terjadi pandemi COVID-19.

“Sehingga apabila nanti terjadi reborn ekonomi pariwisata dunia sudah pulih kembali, dipastikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Badung siap sepenuhnya dalam menyambut wisatawan,” ujar dia dalam keterangan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Senin(14/9).

Sumber pendapatan utama masyarakat dan Pemkab Badung berasal dari sektor pariwisata. Pemkab Badung bersama DPRD setempat telah sepakat untuk menata pantai di kawasan pariwisata Seminyak, Legian, dan Kuta yang saat ini sudah memasuki tahapan detail engineering design (DED).

BACA JUGA  Hanya 30 Persen, Kunjungan Ke Krisna Oleh-Oleh Saba 
Industri Pariwisata Butuhkan Sentuhan Berkelanjutan
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta (kedua kanan). Antaranews Bali/HO-Humas Badung/fik

Pihaknya juga akan memfasilitasi sepenuhnya pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang menyebutkan bahwa penataan daratan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten atau kota.

Pemkab Badung saat ini juga telah menyelesaikan proyek penataan Pantai Jerman di kawasan Kuta Badung yang menelan dana Rp8 miliar dan bersumber dari APBD Kabupaten Badung.

“Inilah wujud keberpihakan kami menjadikan masyarakat Badung sebagai tuan di rumahnya sendiri. Seperti dengan penataan yang kami lakukan di Pantai Jerman tentu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar,” kata Bupati Giri Prasta.

Dalam proyek penataan Pantai Jerman, katanya, fasilitas pendukung yang mendapatkan sentuhan penataan di antaranya warung sebagai tempat berjualan, fasilitas pendukung untuk para nelayan, serta toilet umum.

BACA JUGA  Pemkab Klungkung Raih Prestasi Kinerja Sangat Tinggi Dari Kemendagri

“Dengan penataan ini, warga bisa memanfaatkan warung yang ada untuk berjualan, nelayan dan pelaku pariwisata bisa beraktivitas dengan lancar dan sudah barang tentu wisatawan juga akan merasa betah untuk berkunjung,” ungkapnya.(an)

Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor : Maximianus Hari Atmoko

Facebook Comments

Redaksi

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id