“Strategi kami yang pertama tentu mengendalikan dulu penanganan COVID-19, yakni menurunkan kasus baru, meningkatkan angka kesembuhan dan mengendalikan angka kematian,” kata Koster dalam Dialog Produktif Senin Inspiratif bertajuk “Vaksinasi Datang Pariwisata Gemilang” di Denpasar, Senin (1/3).

Dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube itu, Koster menegaskan pihaknya terus berupaya keras dengan berbagai strategi untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Hal ini selain bertujuan menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat, selain tentunya mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap pariwisata Bali.

“Tren semakin baik dan angka positif sudah semakin menurun, meskipun masih di angka tiga digit. Namun tingkat kesembuhan sudah sangat baik di angka 91 persen, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 80 persen,” ujarnya.

BACA JUGA  Gubernur Tinjau Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa

Pihaknya saat ini lebih fokus pada penanganan kawasan Kota Denpasar dan Badung yang masih menjadi penyumbang kasus tertinggi di Bali.

“Sementara untuk vaksinasi, kita juga kebut terus dan kini Provinsi Bali jadi yang tertinggi untuk angka persentase pemberian vaksin. Di mana kami juga memprioritaskan para pelaku pariwisata selain tenaga kesehatan. Ini akan menciptakan optimisme bagi Bali, memberi harapan bagi kami dan masyarakat,” ucapnya.

Koster mengatakan penambahan kasus juga memberikan dampak langsung pada kunjungan khususnya wisdom. Sempat menyentuh angka lebih dari 5.000 orang sekarang jumlahnya antara 2.000-3.000 orang per hari yang artinya menurun sejak kenaikan kasus signifikan pada Januari.

Dampak secara umum juga sudah sangat nampak dalam industri pariwisata Bali terutama yang terlihat dari kosongnya jumlah hunian hotel dan minimnya pengunjung di restoran dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya.

BACA JUGA  Polda Bali kawal ketat penerimaan 11 koli vaksin COVID-19 tahap kedua

“Saya kira baru pertama kali dalam sejarah pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi hingga minus 12 persen yang adalah terendah se-Indonesia. Ini suka duka kami sebagai daerah pariwisata,” ujarnya.

Untuk itu, dia menekankan bahwa tidak ada cara lain untuk mengembalikan kunjungan wisatawan selain mengendalikan terlebih dahulu kenaikan kasus positif harian di Bali.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang juga hadir secara daring sebagai narasumber menyebut dirinya sangat bersyukur melihat proses vaksinasi tahap pertama yang berlangsung dengan baik di Bali.

“Alhamdullilah. Astungkara, saya sudah berjalan baik dan saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Pak Wagub dan jajaran yang sudah bekerja keras. Ini adalah wujud gerak cepat kita dan untuk program vaksinasi ini kita jadi yang terdepan daripada negara-negara tetangga kita di ASEAN,” kata mantan Wagub DKI Jakarta ini.

BACA JUGA  Gubernur Bali bersedia divaksin COVID-19 tahap pertama bersama nakes

Menparekraf juga mengharapkan lancarnya program vaksinasi di Bali akan jadi bola salju yang memicu berjalanannya program serupa di daerah lain terutama yang juga menggantungkan diri dari sektor pariwisata seperti halnya Bali.

Sandiaga mengaku sangat trenyuh mendengar dan melihat langsung banyaknya pekerja sektor pariwisata yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan dan dirumahkan akibat dampak hebat dari pandemi.

Kesuksesan program vaksinasi dan penurunan kasus, dibarengi dengan pembukaan pariwisata kembali diungkapkan Menparekraf akan sangat berpotensi menjadi rebound untuk sektor pariwisata Bali. Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi 3,1-4,8 persen menurut data BPS, BI hingga Bank Dunia.

“Tentu kita optimis, namun kita harus gerak dan jangan menunggu. Disiplin tetap dilakukan dan mudah-mudahan bisa segera terwujud di tahun 2021 ini,” ujar Sandiaga. (an)