GTPP Covid-19 Buleleng

GTPP Covid-19 Buleleng Wajibkan Seluruh SKPD Miliki Kelengkapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Buleleng, BaliNews.id – Sejak tanggal 4 Juni lalu, Pemerintah Kabupaten Buleleng, telam memberlakukan kembali, Work From Office (WFO), kembali bekerja dikantor. Sistem kerja para pegawai harus mengacu pada tatanan normal yang baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berupaya agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Buleleng untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mewujudkan tatatanan kerja normal yang baru, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng mewajibkan seluruh SKPD untuk menyediakan berbagai kelengkapan yang dibutuhkan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satu yang diwajibkan seluruh SKPD harus menyediakan Thermo Gun atau alat pemindai suhu tubuh tanpa sentuh. Alat ini diandalkan sebagai pendeteksi dini kesehatan seseorang sebelum memasuki kantor. Pemindaian dilakukan karena gejala awal Covid-19 adalah suhu tubuh yang tinggi.

BACA JUGA  Warga Aljazair Terlibat Pembobolan ATM Ditangkap

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat melaksanakan jumpa pers secara online, Minggu (14/6), mengatakan bahwa seluruh SKPD baik yang memberikan pelayanan langsung ataupun tidak agar dapat menyediakan Thermo Gun tersebut. Bila terdapat SKPD yang belum dapat menyediakan Thermo Gun,dapat mengajukan langsung ke BPBD Buleleng. Tak hanya alat pemindai suhu, sejauh ini BPBD Buleleng juga telah menyediakan sejumlah tempat mencuci tangan. “Segera saya akan cek ke beberapa SKPD yang tidak memiliki alat tersebut, dan yang tak kalah penting adalah SKPD mana yang tidak menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19,” Ungkap Suyasa.

GTPP Covid-19 Buleleng
Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat melaksanakan jumpa pers secara online

Suyasa juga menambahkan, bila ada ASN dengan suhu tubuh melewati rata-rata suhu tubuh normal, yakni 37,5 derajat celcius maka dianjurkan untuk segera melaksanakan pengecekan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Selain Thermo Gun, Gugus Tugas juga telah menyediakan sejumlah masker kepada masyarakat dan juga ASN.

BACA JUGA  IMS Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pertama Asal Payangan

“Kemarin, tepatnya Sabtu (13/6) Pak Bupati kembali membagikan sebanyak 40.000 masker kepada dua kecamatan yang masih memiliki pasien terkonfirmasi,” ucap Gede Suyasa.

Selanjutnya, untuk data perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng saat ini menunjukkan bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Buleleng secara kumulatif berjumlah 100 orang antara lain PDP terkonfirmasi Positif secara kumulatif berjumlah 82 orang dengan rincian delapan orang sedang dirawat di Buleleng, dirujuk ke Denpasar dua orang dan PDP terkonfirmasi sembuh secara kumulatif sebanyak 72 orang. PDP negatif/non Covid sebanyak 16 orang serta PDP yang dirawat saat ini dua orang.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 108 orang, ODP yang masih di pantau di Buleleng saat ini satu orang dan selesai masa pantau sebanyak 107 orang. Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 1.598 orang dengan rincian selesai masa pantau 1.351 orang, OTG yang masih karantina mandiri 240 orang, dan terdapat tujuh orang OTG yang masih karantina di RS Giri Emas. (JAR)