Gedong Kertya, Penuh Koleksi Gugon Tuwon Yang Jadi Rujukan Pemikir Bali Dan Dunia

Buleleng, balinews.id – Museum lontar Gedong Kirtya, merupakan aset yang tak ternilai harganya yang ada di Buleleng. Ribuan koleksi lontar yang berusia ratusan tahun kini kerap menjadi rujukan bagi pemikir Bali dan peneliti dunia dari tahun ke tahun. Hal itu terungkap dalam webinar bertajuk “Koleksi Gedong Kirtya Sebagai Rujukan Para Pemikir Bali dan Dunia” yang digelar Pemkab Buleleng bersama STAHN Mpu Kuturan Singaraja di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis (3/9) sore.

Narasumber yang dihadirkan adalam webinar kali ini, seperti Filolog sekaligus Peneliti Lontar, Sugi Lanus, Anggota Komisi IV DPRD Bali, Ir. I Gusti Ayu Aries Sujati, Kepala Dinas Kebudayaan, gede Dody SukmaOktiva Askara, M.Si dan Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia,S.Ag, M.A.

BACA JUGA  Seorang Pedagang Pisang Goreng  Asal Samplangan Positif  Covid-19
Gedong Kertya, Penuh Koleksi Gugon Tuwon Yang Jadi Rujukan Pemikir Bali Dan Dunia
Gedong Kertya, Penuh Koleksi Gugon Tuwon Yang Jadi Rujukan Pemikir Bali Dan Dunia

Filoloh, Sugi Lanus menyebut jika Gedong Kirtya adalah titik terpenting dalam sejarah kepustakaan lontar Bali. Dari titik ini para pedanda dan para peneliti Belanda mengumpulkan salinan lontar-lontar dibantu para raja dan cendikiawan Bali dari sebelum kemerdekaan sampai awal kemerdekaan.

Ia menceritakan pendirian Gedong Kirtya adalah dua tokoh kunci. Yakni Herman Neubronner van der Tuuk (23 February 1824 – 17 August 1894) dan F.A.Liefrinck (1853–1927) yang telah bekerja sebagai petugas dan pejabat pemerintahan kolonial Belanda yang mengumpulkan data dan mengkoleksi lontar-lontar di Lombok dan Bali. Dari usaha rintisan mereka berdua ini kemudian dilanjutkan dengan membentuk team kurator. Para Resident Bali dan Lombok. Pemikir dan pendeta, antara lain I Goesti Poetoe Mahajoen, Tjokorda Gdé Raka Soekawati, Ida Njoman Dangin, Ida Bagoes Tantra, Padanda Gdé Anom Manoeaba, Padanda Gdé Ketoet Boeroean, Padanda Gdé Pamaron, Anak Agoeng Anom, I Njoman Kadjeng, RadenSoedjono, I Wajan Bhadra dan Dr. C. Hookyas

BACA JUGA  Warga Prancis Ditemukan Tewas di Villa di Bali

“Setelah pembangunan jalan dikeraskan dan dibangun jembatan besi di Bali, pembangunan hotel di Denpasar, dan pasanggrahan di perbukitan di Kintamani oleh KPM, para wisatawan mulai mengunjungi Bali. Mereka membuktikan bahwa mereka sangat tertarik dengan naskah-naskah lontar yang ditawarkan orang Bali untuk dijual,” imbuhnya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id