Dukun Palsu Lakukan Pelecehan Seksual Dan Tipu Satu Keluarga

Buleleng, BaliNews.id – Laki-laki (28) asal Banjar Dinas Palbesi, Desa Gerokgak, Buleleng, bernama Ketut Fery Martana alias Popo, ditşetapkan menjadi tersangka kasus Dukun Palsu.

Popo terbukti melakukan tindakan penipuan kedapa satu keluarga dan pelecehan seksual terhadap seorang warga asal Kecamatan Seririt.

Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa pada Senin (10/8) mengatakan, tersangka melakukan tindakan penipuan terhadap keluarga Ketut Mardana, sejak Juli 2020 lalu. Tersangka Popo mengaku dirinya seorang dukun. Dia mengaku mampu menghilangkan guna-guna serta menyembuhkan segala macam penyakit. Demi yakinkan korban, Popo membeli sejumlah alat perdukunan seperti keris, batu akik palsu yang bisa menyala di dalam air, dan segala macam jenis minyak. Alat-alat itu dibeli secara online sebesar Rp 500 ribu. Alat-alat inilah yang digunakan untuk mengobati keluarga korban.

BACA JUGA  Kejahatan Curat di Badung Menurun 40 Persen

“Pengobatan dilakukan di rumah korban. Modusnya, pelaku mengunakan trik seolah-olah keluar paku dari badan dan kepala korban. Paku itu adalah hasil guna-guna. Biar aksi penipuannya ini tidak ketahuan, pengobatan dilakukan setiap malam hari, di dalam ruangan yang cukup gelap. Keluarga korban juga hanya diizinkan melihat dengan jarak dua meter,” papar AKBP Sinar.

Tersangka Popo juga meminta uang kepada Ketut Mardana sebesar Rp 3.3 juta. Kepada korban, tersangka mengaku akan mengunakan uang untuk ritual. Ritual akan dilakukan di hutan Alas Purwo, di Banyuwangi, Jawa Timur, agar penyakit yang dialami oleh istri Ketut Mardana bisa segera hilang. Melakukan ritual itu hanka kedok semata, uang dari korban justru digunakan tersangka Popo untuk berfoya-foya bersama pacarnya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id