Disaksikan Presiden, Seniman Divaksin Mengenakan Pakaian Hanoman

Seniman asli Ubud, Gianyar Anak Agung Anom Putra (55) divaksin Covid-19 disaksikan Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian Hanoman, Selasa (16/3). Foto : ist.

GIANYAR, BaliNews.id –  Dalam vaksinasi masal yang dikunjungi langsung Presiden RI, Ir. Joko Widodo, Selasa (16/3), seniman asli Ubud, Gianyar Anak Agung Anom Putra (55) mengaku senang bisa divaksin dihadapan Presiden Jokowi. Ia divaksin masih mengenakan pakaian penari Hanoman lengkap. “Suatu kehormatan divaksin dihadapan bapak Jokowi,” ungkap pria yang akrab disapa Gung Anom Baris.

Seniman yang telah melanglang buana di Eropa dan Asia ini mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksin. “Bersama Pak Presiden tadi, rasa divaksin biasa saja, harus berani divaksin, agar Bali cepat di buka,” ujarnya.

Kedatangan Presiden Joko Widodo, di Catus Pata (perempatan) Puri Agung Ubud, disambut dengan iringan gambelan Semara Pegulingan dan Gong Gede.

BACA JUGA  Presiden Jokowi terima surat kepercayaan tujuh dubes negara sahabat

Jokowi tiba sekitar pukul 12.15 wita, didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster. Kedatangan Presiden RI tersebut disambut Wakil Gubernur Tjokorde Oka Arta Ardana Sukawati dan Bupati Gianyar, Made Mahayastra. Setibanya di Ubud sebelum masuk ke Puri Agung Ubud untuk meninjau vaksianasi masal, Jokowi menyapa warga dengan melambaikan tangannya.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi, menitipkan hal penting kepada masyarakat, bahwa kita harus bersyukur proses vaksinasi sudah dimulai secara bersamaan di Provinsi Bali.

“Kita harapkan dengan banyaknya masyarakat yang telah vaksin nanti akan menjadi herd immunnity, kekebalan komunal akan terbentuk, laju Covid-19  bisa kita kurangi, bisa kita hambat”, ujar Jokowi.

Jokowi berterima kasih kepada Gubernur, Bupati dan Walikota se-Bali, karena terus menerus tidak lelah-lelah mengingatkan kepada masyarakat  untuk tetap  menjaga protokol kesehatan dengan ketat. “Apabila penyebaran Covid-19 melandai, bahkan hilang, nanti akan mulai satu persatu kita buka, pembukaan dibidang ekonomi khususnya pariwisata di Provinsi Bali. Saat ini kita harus akui situasi masih belum normal,” jelasnya.

BACA JUGA  Pemenang Lomba Ogoh - Ogoh Berhadiah Rp1,7 Miliar

Pada saat Jokowi meminta bupati meyampaikan masukan terkait PPKM Mikro, koneksi internet mengalami gangguan. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta hanya sempat menyampaikan kesembuhan di kabupaten tersebut mencapai 91 persen. Terkait vaksinasi sasaran penduduk 97 ribu, yang telah divaksinasi 37 ribu, yang kurang 50 ribu. Namun terputus karena masalah koneksi. Begitu juga Walikota Denpasar, dan Kabupaten Badung, mengalami gangguan koneksi.

Setelah melakukan kujungan, Presiden Jokowi kemudian bertolak untuk meninjau pusat kebudayaan Bali di Gunaksa, Klungkung. Namun sebelum itu menyempatkan makan siang di resto Bebek Tepi Sawah, Banjar Teges, Desa Peliatan Ubud, Gianyar.

Sementara, salah satu kelian dinas Banjar Bentuyung, Kelurahan Ubud, Gusti Putu Gede Bupayasa, mengatakan ia mengajak sekitar 50 warganya untuk mengikuti vaksinasi masal. Terdiri dari pemangku, prajuru adat, pemuda, seniman, dan sekaa gong. Ia berharap dengan ada vaksinasi masal ini, kehidupan bisa kembali normal seperti sedia kala. “Pariwistaa Ubud kembali dibuka, sebab sebagian besar warga bergelut di pariwisata,” harapnya. (dt)

Facebook Comments