Di Bali UMKM Manfaatkan Platform Digital Selama Pandemi COVID-19

Badung, BaliNews.id – Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Provinsi Bali memanfaatkan platform digital untuk memasarkan dan menjual produknya selama masa pandemi COVID-19.

“Dalam kondisi pandemi COVID-19, kami tidak bisa melakukan penjualan secara konvensional atau offline karena sepi pembeli mengingat kunjungan wisatawan ke Bali masih dibatasi,” ujar pegiat UMKM yang merupakan pemilik toko daring Dewa Collection Bali, Dewanti Amalia Artasari di Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Di Bali UMKM Manfaatkan Platform Digital Selama Pandemi COVID-19
Warga memilih produk kerajinan UMKM khas Bali yang dijual secara daring di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (10/9). Antaranews Bali/Naufal Fikri

Ia mengatakan, sejak toko offline-nya tutup, usahanya fokus melakukan penjualan dan melayani pelanggannya secara daring seperti platform Tokopedia. Menurut dia, dari upaya tersebut, ia justru mengalami peningkatan penjualan produk kerajinan benang yang diproduksi lebih dari lima kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

BACA JUGA  Soroti Private Beach Di Nusa Dua, Nyoman Parta : Memangnya Milik Moyang Lho?

“Saya menyarankan pelaku UMKM lain menggunakan platform penjualan daring untuk mempermudah pemasaran dan tetap bisa melakukan protokol kesehatan karena tidak ada kontak fisik dengan pembeli,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana  juga mendorong strategi go digital untuk para pelaku UMKM dengan memanfaatkan teknologi digital agar bisnisnya terus berputar di masa pandemi ini.

Menurut dia, dari jumlah sekitar 326 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Bali saat ini belum semuanya menggunakan platform digital atau marketplace.

“Dengan tatanan kehidupan era baru, pelaku UMKM harus mengubah mindset dari berjualan secara konvensional sudah mengarah ke digital atau pemasaran secara daring manfaatkan platform digital karena sekarang orang juga berbelanja dengan menghindari kontak langsung,” ungkapnya.

BACA JUGA  Tatanan Kehidupan Baru, Pasien Positif Covid-19 Masih Tinggi

Pandemi COVID-19 memang telah memukul ekonomi Bali yang didominasi sektor pariwisata. Selain sektor pariwisata, UMKM di Bali juga merasakan dampaknya. Pemprov Bali juga telah mengeluarkan berbagai regulasi yang bersifat relaksasi untuk meringankan dampak pandemi terhadap UMKM setempat.

Berbagai kebijakan tersebut seperti relaksasi pajak, kemudahan regulasi, bantuan modal, peningkatan kualitas SDM, bantuan teknologi dan promosi. Kebijakan itu dikeluarkan mengingat sektor UMKM berperan signifikan terhadap perekonomian Bali.

Sementara itu, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni menjelaskan, di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, memang sudah saatnya bagi UMKM lokal untuk memanfaatkan platform digital. Hal itu dilakukan untuk memudahkan UMKM lokal bertahan di tengah pandemi sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

BACA JUGA  Modus Transaksi Narkoba Saat Covid-19 Marak Lewat Online

Menurutnya, kolaborasi semua pihak juga harus dilakukan karena dinilai sangat penting dalam mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah daerah berjuang melawan pandemi COVID-19.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id