Balinews.id

Tinggalkan Sepucuk Surat, Begini Permintaan Terduga Pembuang Jasad Bayi Diatas Pickup

Jasad bayi ditemukan dalam sebuah tas berisi sepucuk surat di di Jalan Pura Duwe, Banjar Batu Bolong, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, pada Jumat (10/5).

DENPASAR, Balinews.id – Penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki sontak menghebohkan warga di di Jalan Pura Duwe, Banjar Batu Bolong, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, pada Jumat (10/5). Bayi tersebut ditemukan berbalut kain sarung berwarna cokelat  serta ditutup perban pada bagian kedua telinga, pusar, dan alat kelamin. Selain itu, terdapat lebam pada sekitar perut dan tempurung kepala bagian belakang bayi tersebut pecah.

Kasi Humas Polresta Denpasar,  AKP I Ketut Sukadi menerangkan bahwa jasad bayi tersebut pertama ditemukan sekitar pukul 05.30 wita oleh saksi bernama Zulham (45). Saat itu, saksi hendak menuju kamar mandi di gudang sekitar TKP dan melihat sebuah tas mencurigakan diatas mobil pick up hitam milik bosnya.

“Awalnya saksi mengira itu kain sarung, namun saat diperiksa barulah terlihat wajah jasad bayi tersebut dan kemudian dilaporkan ke rekan kerjanya” tambahnya.

Namun, selain temuan jasad bayi, terdapat hal lain yang menjadi sorotan. Pasalnya, didalam tas tersebut juga ditemukan uang tunai pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 1 juta rupiah dan  sepucuk surat yang berisikan pesan diduga ditulis oleh orangtua bayi tersebut. Surat tersebut berisikan arti nama dari bayi yang dituliskan telah meninggal dunia pada Rabu (8/5) lalu.

“Nama bayi : Hamzah Harim ( anak yang kuat, teguh dan mulia serta murah hati), lahir dan meninggal dunia pada Rabu (8/5)” demikian tertulis dalam secarik kertas itu.

Dalam surat itu, tertera keinginan diduga orangtua bayi yang meminta tolong agar anaknya kuburkan dengan layak sesuai dengan syariat islam. Harapnya, agar almarhum sang anak mendapatkan tempat yang layak di surga.

“Saya hanya bisa membiayai pemakaman anak saya. Semoga biaya ini cukup untuk proses pemakaman anak saya,” lanjut yang dituliskan.

Selain meminta pemakaman yang layak, penulis surat juga memohon agar anaknya dimakamkan di pemakaman muslim wanasari Jalan Maruti no. 13 pemecutan kaja. Saat ini, jasad bayi tersebut telah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah) dengan menggunakan mobil ambulance BPBD Kota Denpasar.

Tak Hanya Sekedar Hiburan, Ini Manfaat Membaca Novel yang Perlu Dipertimbangkan

INTERMESO, Balinews.id – Membaca novel seringkali dianggap sebagai hiburan semata bagi sebagian orang. Namun, ada…

May 10, 2024

Dikira Ngancam Pakai Pisau, Ternyata Pembuka Tutup Botol

DENPASAR, Balinews.id – Sepasang suami istri penjual nasi goreng di daerah Pemogan Denpasar Selatan mendapat ancaman dari…

May 10, 2024

Sempat Ngaku Sakit, Nyoman Panca Ditemukan Tewas Telanjang di Kamar Kos

DENPASAR, Balinews.id – Seorang pria asal Buleleng bernama I Dewa Nyoman Panca (54) ditemukan tak…

May 10, 2024

Bule Australia Dideportasi Akibat KDRT Dengan Istrinya yang Merupakan WNI

BADUNG, Balinews.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, melalui Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)…

May 10, 2024

Ancam Pedagang Nasgor di Pemogan dengan Sajam, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf

VIRAL, Balinews.id – Warganet dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membawa senjata tajam…

May 10, 2024