Balinews.id

Tak Dipidana, Anggota Polda Bali Yang Gelapkan Kendaraan Untuk Judi Online Jalani 2 Sidang

Kabid Propam Polda Bali Kombes I Ketut Agus Kusmayadi saat ditemui wartawan seusai apel gelar pasukan Operasi Cipta Kondisi Agung-2023 di kantornya, Jumat (17/3/2023). (Foto: I Wayan Sui Suadnyana)

Balinews.id – Anggota Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Bali yang diduga melakukan penggelapan 3 mobil dan 8 motor akan menjalani dua sidang, yaitu sidang disiplin dan sidang kode etik. Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Bali Kombes I Ketut Agus Kusmayadi menerangkan Bripda KRI disidang dua kali karena akan diberikan sanksi yang maksimal terhadap bintara polisi tersebut.

“Pada prinsipnya kita proses sesuai prosedur yang berlaku. Kita akan sidang disiplin dan kode etik. Untuk disiplinnya sudah berapa lama dia tidak masuk, dan kode etik terkait pelanggaran yang dilakukannya,” kata Kabid Propam Polda Bali Kombes I Ketut Agus Kusmayadi, Jumat, 17 Maret.

Bripka KRI yang diketahui sudah beberapa kali mangkir dari tugas, menggadaikan motor Rp3 juta dan mobil Rp30 juta. Uangnya digunakan untuk judi online. Menurut Kombes Kusmayadi, proses pidana belum dilakukan karena keluarga Bripka KRI melakukan mediasi dengan korbannya.

“Pengakuan dia seperti itu (buat judi online) tapi kita akan dalami. Macam-macam (harga digadaikan), ada rata-rata Rp 3 juta dan ada mobil Rp30 juta dan orang tuanya sudah berusaha untuk mengganti diharapkan dengan mengganti mungkin meringankan hukuman, tapi proses kita berlanjut,” ujarnya.

“Kenapa kemarin pidananya tidak diakui (dilakukan), begitu dilaporkan pidana ada mediasi dari pihak keluarga. Itu kan hak semua orang, kita tidak bisa membatasi orang untuk mediasi, itu hak mereka. Para korban mau diajak mediasi iya kita laksanakan.Tapi tetap catatannya, disiplinnya kita kenakan,” ujarnya. 

Selain itu, Agus menegaskan bahwa polisi yang sempat bertugas di Kabupaten Jembrana tersebut bisa saja dipecat alias mendapatkan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Bila dipecat, maka hak-haknya sebagai polisi hilang.

“Bisa dong (dipecat). Kode etik itu sanksi tertinggi kan PTDH, pemberhentian tidak dengan hormat. Itu hak-hak dia sebagai polisi hilang, termasuk pensiun hilang,” tegas Agus. (*)

Duo Pencuri Motor di Jalan Poppies Kuta Dibekuk, 1 Melarikan Diri

BADUNG, Balinews.id – Dua dari tiga komplotan pelaku pencurian motor yakni Dodi Andika (23) asal…

March 18, 2023

Diduga Mengantuk, Mobil Pick Up Terguling Hingga Nyemplung di Got

Tabanan, Balinews.id – Seorang pemuda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur bernama Maridwan D. Obhetan (26)…

March 18, 2023

Kemenperin Batasi Impor Barang Elektronik, Kulkas – Laptop Masuk Daftar

Balinews.id – Dalam mendukung iklim usaha yang kondusif bagi industri elektronik nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)…

March 18, 2023

Indonesia Kirim Wakil di Semua Sektor Bulu Tangkis pada Olimpiade Paris 2024

Jakarta, Balinews.id – Indonesia memastikan akan mengirim wakil pada semua sektor cabang olahraga bulu tangkis…

March 18, 2023

Kubu Prabowo Upayakan Rekonsiliasi

NASIONAL, Balinews.id – Calon Presiden sekaligus pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Prabowo Subianto terus berupaya…

March 18, 2023