Balinews.id

Lagi, Seluruh Kota Denpasar Disemprot Eco Enzyme

Penyemprotan eco enzyme di salah satu jalan lingkungan di Kota Denpasar.

DENPASAR, BaliNews.id – Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan penyemprotan eco enzyme ke udara sebagai disinfektan alami dan ramah lingkungan secara bekelanjutan.

Kadis DPMD Kota Denpasar IB Alit Wiradana mengatakan, penyemprotan secara simbolis telah dilakukan Bapak Walikota Denpasar IGN Jaya Negara minggu lalu. Untuk kegiatan selanjutnya dilaksanakan setiap Hari Selasa dan Jumat.

Untuk hari ini Jumat (30/7) dimulai dari Depan Pura Jagatnatha dan menyebar ke seluruh Desa/Lurah se Kota Denpasar. “Eco enzyme yang disemprotkan sebanyak 8 tangki mobil. Setiap kecamatan mendapat jatah 2 tangki mobil,” ungkap Alit Wiradana.

Lebih lanjut dikatakan, delapan tangki mobil tersebut dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Denpasar dengan menyasar ruas wilayah desa/kelurahan di Kota Denpasar.

Penyemprotan yang dilakukan bersama komunitas eco enzyme Nusantara dapat memberikan dampak baik bagi lingkungan, khususnya di Kota Denpasar. Terlebih dalam masa pandemi saat ini dengan cairan eco enzyme yang terbuat dari fermentasi buah berfungsi sebagai disinfektan alami diharapkan dapat memutus penyebaran Covid-19.

“Untuk itu kami ucapkan terimakasih untuk komunitas peduli lingkungan dalam hal ini Komunitas Eco Enzyme Nusantara yang telah melaksanakan kegiatan penyemprotan keliling untuk membersihkan udara Kota Denpasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Alit Wiradana mengatakan Eco Enzyme merupakan produk metabolit sekunder yang merupakan sabun udara. Eco Enzyme juga merupakan produk metabolit sekunder yang merupakan sabun udara.

Produk ini dihasilkan oleh mikroba anerob serta mengandung senyawa radikal hidroksil (OH radikal) dan ion hirdoksil (OH-). Setelah disemprotkan ke udara senyawa ini akan bereaksi terhadap polutan sehingga menghasilkan produk akhir berupa oksigen (O2). Oksigen inilah yang nantinya bertindak sebagai prekursor pembentukan ozon.

Untuk itu diharapkan kegiatan ini dapat memberi manfaat yang baik kedepannya terkhusus di masa pandemi saat ini. Selain itu bisa membantu mengurangi beban alam dengan Pengelolaan sampah berbasis sumber.

(ge)

Segera! Thailand Akan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

GLOBAL, Balinews.id – Anggota parlemen Thailand sedang bersiap untuk melakukan pemungutan suara yang bersejarah terkait…

July 30, 2021

Lirik Lagu Politrik Feast, Gambarkan Situasi Politik Saat Ini?

HIBURAN, Balinews.id – Band indie rock asal Indonesia, .Feast baru saja merilis lagu berjudul Politrik.…

July 30, 2021

Korban Jiwa Kebakaran Gudang LPG Kini 16 Orang, Tersisa 2 yang Dirawat

DENPASAR, Balinews.id – Korban jiwa akibat kebakaran di Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman…

July 30, 2021

Menko Airlangga: Tak Ada Anggaran Bansos Untuk Korban Judol

NASIONAL, Balinews.id – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tak ada anggaran bantuan sosial (bansos)…

July 30, 2021

DPR Usulkan Mahasiswa Ekonomi Kelas Menengah Diberikan Beasiswa

NASIONAL, Balinews.id – c Menurutnya, model pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku saat ini…

July 30, 2021