Balinews.id

Kronologi Penggerebekan Villa yang Jadi Markas Judi Online di Bali

Para pelaku sindikat judi online yang diamankan oleh Bareskrim Polri. (Foto: ANTARA)

Balinews.id – Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggerebek sebuah vila yang dijadikan markas sindikat judi online di Jalan Tukad Balian, Desa Sidakarya, Denpasar, Bali, Jumat (18/8/2023).

Menurut keterangan Kepala Dusun Wirasatya, Desa Sidakarya, I Wayan Agus Eka Putra (31) mengatakan bahwa penggerebekan itu baru diketahuinya pada Selasa (22/8/2023). Saat itu, petugas Bareskrim menitipkan surat untuk diberikan kepada pemilik vila tersebut berinisial FJP, berisi pemanggilan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Hingga saat ini, Eka belum berhasil meneruskan surat tersebut lantaran FJP sudah tidak lagi berada di lokasi dan vila tersebut sudah tak berpenghuni.

FJP merupakan warga Kabupaten Badung yang tinggal di vila tersebut. Ia juga sering terlihat duduk bersantai di warung depan vila tersebut. FJP juga beberapa kali memberi sumbangan kepada pihak desa adat setempat apabila ada upacara keagamaan. Dari pengamatan Eka, vila tersebut hanya ramai pada saat waktu momen liburan saja.

Namun, sekitar sebulan terakhir tampak sejumlah pria dan wanita keluar masuk di vila tersebut pada malam harinya. Eka tidak menaruh curiga bahwa vila tersebut dijadikan markas sindikat judi online.

“Memang di awal saya penasaran, saya sempat nongkrong di warung madura depan TKP, kenapa kok di lokasi itu saya lihat tumben ramai terus, tapi tidak ada aktivitas semacam orang liburan biasanya,” kata dia, dilansir Kompas.com.

“Nah, setiap malam itu orang-orang ini sekitar jam 10 atau 11, pasti beli nasi di pertigaan, beli makan sering ngutang, Tapi saya tidak terlalu memperhatikan terkait masalah yang ada, untuk curiga ke arah adanya judi online ini,” lanjutnya.

Para pelaku yang ditangkap tersebut memiliki peran sebagai administrator dan leader telemarketing website. Kemudian ada juga petugas telemarketing, dan ada juga petugas administrator dan koordinator dari seluruh website.

Dalam penggerebekan tersebut turut diamankan 240 laptop dan 253 ponsel dari berbagai merek. Ada juga 58 rekening dari bank BCA, BRI, Mandiri dan Permata. Leader dari situs judi online tersebut dijerat Pasal 45 Ayat 2 Juncto Pasal 27 Ayat 2 UU ITE dan/atau Pasal 303 Ayat 1 ke-1 dan ke-2 KUHP dan atau Pasal 3 dan Pasal 10 UU Pemberantasan TPPU. Sementara, karyawan telemarketing dijerat Pasal 45 Ayat 2 Juncto Pasal 27 Ayat 2 UU ITE dan atau Pasal 303 Ayat 1 ke-1 dan ke-2 KUHP.

Tak Hanya Sekedar Hiburan, Ini Manfaat Membaca Novel yang Perlu Dipertimbangkan

INTERMESO, Balinews.id – Membaca novel seringkali dianggap sebagai hiburan semata bagi sebagian orang. Namun, ada…

September 1, 2023

Dikira Ngancam Pakai Pisau, Ternyata Pembuka Tutup Botol

DENPASAR, Balinews.id – Sepasang suami istri penjual nasi goreng di daerah Pemogan Denpasar Selatan mendapat ancaman dari…

September 1, 2023

Sempat Ngaku Sakit, Nyoman Panca Ditemukan Tewas Telanjang di Kamar Kos

DENPASAR, Balinews.id – Seorang pria asal Buleleng bernama I Dewa Nyoman Panca (54) ditemukan tak…

September 1, 2023

Bule Australia Dideportasi Akibat KDRT Dengan Istrinya yang Merupakan WNI

BADUNG, Balinews.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, melalui Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)…

September 1, 2023

Ancam Pedagang Nasgor di Pemogan dengan Sajam, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf

VIRAL, Balinews.id – Warganet dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membawa senjata tajam…

September 1, 2023