Denpasar Hasilkan 15 Ton Kompos Per Bulan Dari Sampah Organik

Denpasar, BaliNews.id – Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) di Kota Denpasar, Bali berhasil mengurangi distribusi sampah menuju tempat pembuangan akhir, dan setiap bulannya menghasilkan 15 ton kompos.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa di Denpasar, Kamis mengatakan bahwa keberadaan TPS3R di Kota Denpasar hingga saat ini sukses mengurangi distribusi sampah langsung menuju TPA.

Ia mengatakan adanya pemilahan sampah yang terpadu dari hulu atau sumber sampah. hingga saat ini, TPS3R terdapat di tiga lokasi, yakni di Desa Kesiman Kertalangu, Jalan Bung Tomo dan TPA Suwung telah sukses memproduksi pupuk kompos 15 ton setiap bulannya.

BACA JUGA  Plastic Exchange di Desa Adat Bitra, Bonus Ayam Potong
Denpasar Hasilkan 15 Ton Kompos Per Bulan Dari Sampah Organik
TPS3R Denpasar olah sampah organik hasilkan 15 ton kompos per bulan. (ANTARA/ I Komang Suparta/Ist/2020)

“Setiap bulannya kami mampu memproduksi pupuk kompos dari sampah organik sebanyai 15 ton, jumlah tersebut belum termasuk sampah an-organik yang ditangani dan diolah oleh bank sampah di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Putra Wirawibawa, sinergitas dalam upaya menciptakan Denpasar yang bersih, indah dan asri ini merupakan upaya berkelanjutan yang memerlukan sinergitas bersama. Baik dari masyarakat, yayasan, dan kelompok swakelola sampah sangatlah penting. Di Kota Denpasar sendiri terdapat sedikitnya 220 bank sampah yang tersebar di empat kecamatan.

“Tentu ini sangat produktif dalam mensukseskan pengolahan sampah dari sumber, namun hal ini diperlukan dukungan masyarakat untuk memilah sampah sebelum diangkut oleh swakelola sampah, kerja sama ini sangat penting, sehingga diharapkan sampah harian Kota Denpasar yang mencapai 900 ton ini dapat dikurangi pergerakannya menuju TPA,” ucapnya.

BACA JUGA  Komisioner KPU Asal Jembrana Tertular COVID-19

Putra Wirawibawa mengatakan hasil produksi pupuk kompos ini sudah siap didistribusikan. Adapun yang menjadi sasaran distribusi yakni desa dan kelurahan, yayasan, sekolah serta komunitas-komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu, taman media pinggir jalan juga menjadi target utama pemupukan kompos tersebut.

“Di masa pandemi COVID-19 ini, banyak masyarakat yang menekuni hobi bertani untuk menciptakan ketahanan pangan. Bagi yang memerlukan bisa mengajukan permohonan melalui DLHK Kota Denpasar,” katanya. (an)

Pewarta : I Komang Suparta
Editor : Muhammad Yusuf

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id