Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Sapu Dengan Berdayakan Para Difabel

Buleleng, BaliNews.id – Sampah botol plastik kini telah menjadi benda yang memiliki nilai ekonomis. Botol-botol plastik kini diolah menjadi berbagai benda yang memiliki fungsi yang lebin. Hal ini, seperti yang dilakukan oleh Yayasın Kaki Kita Sukasada (YKKS), Kecamatan Sukasada. Yayasan ini kini, mulai mengolah botol plastik menjadi sapu. Pengerjaannya pun dengan melibatkan para difabel. Para difabel ini, merupakan mantan  pasien Ganesa Care yang harus kehilangan organ tubuhnya, khususnya kaki, yang harus diaputasi karena penyakit Diabetes Militus.

Proses pengerjaannya, para penyandang difabel akan merakit lidi-lidi plastik yang berasal dari botol plastik hingga menjadi sapu. Pengerjaan akan dilakukan dirumah masing-masing dengan bahan baku diberikan dari yayasan.

Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Sapu Dengan Berdayakan Para Difabel
Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Sapu Dengan Berdayakan Para Difabel

Ketua YKKS I Made Aditiasthana, menjelasakkan, pembuatan sapu dengan melibatkan para difabel ini merupakan salah satu program kerja dari yayasan yang nantinya bisa menjadi unit usaha produksi. “Pemberdayaan merupakan salah satu program yang kami rancang. Dikita ada tiga program pengobatan kaki luka diabetes, pemberian kaki palsu dan pemberdayaan difabel, salah satunya bagi yang diaputasi karena diabetes” ungkapnya, ditemui saat sedang memberikan pelatihan ke pada para penyandang difabel di yayasannya, Kamis (16/7)

BACA JUGA  JRX SID Tolak Sidang Online, Ketua Majelis Hakim Skors Sidang 15 Menit

Terkait dengan pembuatan sapu plastik ini, berawal dari kita bereksperimen untuk membuat kaki palsu berbahan baku sampah botol plastik, akhirnya berkembang menjadi papan plastik, baru akhirnya latir sapu ini. “Botol-botol plastik ini, kita pintal dulu, baru kita oven, setelah oven, sudah menjadi lidi plastik, baru kita berikan ke para difabel, untuk dirakit jadi sapu. semua bahan kita yang berikan, dan dibawakan langsung kerumah mereka, hasilnya juga kita yang pasarkan” tuturnya.

Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Sapu Dengan Berdayakan Para Difabel
Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Sapu Dengan Berdayakan Para Difabel

Pembuatan satu sapu plastik, membutuhkan empat puluh botol plastik minuman kemasan ukuran kecil. Proses pemintalan untuk sementara waktu masih dikerjakan oleh para pengurus dan volunter yayasan. Kedepannya proses pemintalan dan oven akan diberikan kepada teman-teman yang mengelola panti sosial, sehingga juga bermanfaatkan ekonomi bagi mereka.

BACA JUGA  KPU Badung - Bali Dituntut Kerja Ekstra Hadapi Pasangan Calon Tunggal

Bahan baku botol plastik yang akan diolah menjadi lidi plastik, didapatkan dari beberapa bank sampah yang ada di Buleleng. Selain itu bahan baku juga didapat dari rumah-rumah warga yang telah melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.

Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Sapu Dengan Berdayakan Para Difabel
Daur Ulang Botol Plastik Menjadi Sapu Dengan Berdayakan Para Difabel

Sementara itu, Made Sumanasa, 50, asal Banjar Kaje Kanin, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, yang juga merupakan difabel, pengguna kaki palsu mengatakan bahwa ia berkenalan dengan YKKS saat kakinya mengalami luka yang tak kunjung sembuh karena diabetes. Kondisi luka pada kaki yang cukup parah sehingga diputuskan untuk diaputasi.Perawatan selanjutnya dilakukan oleh yayasan dan diberikan kaki palsu. Dari sinilah akhirnya ia, mau untuk ikut mengerjakan sapu plastik “tiang itu pasien Ganesha Care dulu, sekarang saya sudan pakai kaki paus, dan diajaki untuk membuat sapu plastik ini, saya cukup bersyukur masih bisa ikut berkarya, ini juga model baru sapu plastik. Paling mudah untuk dikerjakan itu ya merakait lidi-lidi ini hinge jadi sapu. Nanti akan ada upas kerjanya juga, persetiap sapu yang dikerjakan” ungkapnya

BACA JUGA  Polisi Ungkap Pemalsuan Surat Sehat untuk Loloskan Pemudik

Mengolah sampah botol plastik menjadi barang yang mempunyai nilai fungsi dan ekonomis, merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan sampah plastik yang ada di Buleleng. Satu sapu plastik, nantinya akan dijual dengan harga tiga puliuh ribu rupiah. (JAR)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id