BULELENG-BLT-DANA DESA KALIANGET DISALURKAN LANGSUNG KERUMAH WARGA PENERIMA

Buleleng, BaliNews.id – Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa mulai disalurkan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6 tahin 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tenten Proritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Setiap Desa harus menganggarkan Bantuan Tunai Langsung Dana Desa sebesar 30-35% menyesuaikan dengan jumlah Anggaran Dana Desa yang diterima. Pembagian BLT-Dana Desa data disalurankan setelah desa rampung melakukan validasi data penerima BLT. 

Di Buleleng, Bali, pembagian BLT-Dana Desa telah dilakukan sejak  dua hari yang lalu. Salah satu Desa, di Buleleng yang telah melakukan pembagian dana desa yaitu Desa Kalianget Kecamatan Seririt. Pembagian dilakukan mulai hari Jumat (15/5). Berbeda dengan desa yang lain di Buleleng, penyaluran BLT-Dana Desa di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt dilakukan dengan langsung kerumah warga penerima. Pembagian langsung kerumah-rumah dilakukan oleh para Kelian Banjara Dinas. Hal ini dilakukan, untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga desa, mengingat para warga penerima BLT-Dana Desa, banyak yang lanjut usia dan menderita penyakit kronis. 

BACA JUGA  Pemilik Toko Sayangkan Pemkab Gunakan Kekuasan bukan Komunikasi 

Perbekel Kalianget Ketut Nanda Kusuma menjelaskan pembagian BLT-DD untuk tahap pertama ini memang sengaja dilakukan secara langsung kerumah penerima untuk memudahkan para penerima itu sendiri. Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan jarak rumah penerima dengan kantor desa yang rata-rata cukup jauh untuk dijangkau. Terlebih, kata Nanda Kusuma, sebagian besar penerima tidak memiliki kendaraan bermotor.

“Selain itu Saya juga ingin melihat langsung kondisi keluarga penerima, sekaligus berkenalan dan bertatap muka denga mereka,” kata Nanda Kusuma.

Teknis pembagian dilakukan dengan membagi tim menjadi empat kelompok, yang masing-masing dikoordinir oleh Kelian Banjar Dinas. Masing-masing kelompok yang terdiri dari 4-5 orang inilah bergerak ke masing-masing Banjar Dinas yang berbeda, dan langsung mendatangi rumah-rumah penerima. Nanda Kusuma melanjutkan, besaran DD yang dialokasikan untuk BLT ini sebesar Rp. 279 juta, selama tiga bulan. Sedangkan jumlah keluarga penerima manfaat sebanyak 155 KK. Sehingga untuk tahap pertama ini, anggaran yang digelontor sebesar Rp. 93 juta.

BACA JUGA  Siaran Pers Kemendikbud : Kolaborasi Pemerintah Dalam Pembukaan Sekolah Pada Masa Transisi dan Kebiasaan Baru

Dalam pembagian BLT-Dana Desa, para petugas juga akan menempelkan stiker “Keluarga Miskin” Penempelan stiker “Keluarga Miskin”, dilakukan untuk membangun transparansi dalam penyaluran BLT yang bersumber dari APBDes. Seluruh penerima tidak ada yang menolak rumahnya untuk ditempeli stiker yang menandakan kelompok keluarga miskin. Upaya inipun sudah disosialisasikan sebelumnya kepada calon penerima.

“Sejauh ini seluruh keluarga penerima manfaat tidak ada yang menolak (ditempeli stiker). Karena kenyataannya mereka memang berasal keluarga kurang mampu,” tambah Nanda Kusuma.

Proses penyaluran BLT-Dana Desa melibatkan relawan sudah melakukan pendataan dan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan calon keluarga penerima BLT. Setelah itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar Musyawarah Desa Khusus untuk membahas dan menetapkan keluarga penerima manfaat.

BACA JUGA  NEW NORMAL, Sektor Pariwisata Disambut Baik Untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

“Riak-riak awalnya pasti ada, karena banya masyarakat yang belum paham dengan proses pendataan tersebut. Tetapi dengan penjelasan dari kami Pemerintah Desa dan BPD, akhirnya masyarakat bisa mengerti,” lanjutnya.

Dirinya pun berharap agar bantuan senilai Rp. 600.000 per bulan selama tiga bulan itu benar-benar bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Dia tidak ingin ada oknum penerima yang menyalahgunakan dana bantuan yang diterima dari pemerintah tersebut. (JAR)