BP POM Harus Berinovasi Tentang Standarisasi Pelayanan, Tegas Nyoman Parta, SH

Denpasar, BaliNews.id – Dalam fokus group diskusi via online tentang penyusunan dan penetapan standar pelayanan publik yang dilaksanakan oleh BP POM Denpasar, Rabu 19/08/2020 yang diikuti oleh berbagai kalangan, baik dari akademisi perguruan tinggi, pelaku usaha umkm dan Angota DPR RI.

I Nyoman Parta,SH. yang merupakan politisi PDIP Bali Mengungkapkan bahwa, di gali dari berbagai sumber sampe saat ini BPOM hanya memberikan izin produksi untuk 350 jenis tanaman obat padahal Indonesia merupakan negara dengan tanaman obat jamu paling banyak di dunia,

Nyoman Parta Juga mengatakan Banyak jenis tanaman di nusantara bisa dimanfaatkan dari buah, bunga, umbi, kulit, getah, daun, batang yg bisa di jadikan produk olahan selain untuk kalangan sendriri juga bernilai ekonomis.

BACA JUGA  Tidak Ada PHK, Pemeliharaan Obyek Wisata Monkey Forest Berjalan Normal

Indonesia adalah negeri tropis yg banyak tumbuh tanaman baik utuk olahan pangan, jamu maupun obat serta kosmetik. Jenis tanaman obat yang bisa dijadikan jamu mencapai ribuan tetapi yang diberikan izin resmi hanya 350 jenis tanaman

Potensi tanaman utuk herbal yg begitu banyak menharuskan BP POM harus melakukan jnovasi dan merubah regulasi, hal ini penting hal ini supaya pemerintah tidak dianggap telah mengabaikan potensi yang ada dan tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Padahal indonesia harus secara terus menerus mengurangi kerergantungan dg obat kimia

BPOM harus melakukan uji toksinasi kepada ribuan tanaman obat yang berpotensi menjadi jamu. Biaya toksinasi minimal mencapai Rp 100 juta

BACA JUGA  Pencuri Dihajar Warga Meninggal

BP POM harus memberikan kemudahan, bantuan dan pendampingan proses perizinan kepada pelaku usaha UMKM serta koperasi. Khususnya usaha di bidang rempah rempat olahan, obat-obatan tradisional, jamu tradisional dan makanan olahan.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya ยป

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id