Beberapa Bendesa Adat di Gianyar Belum Terima Insentif

GIANYAR, BaliNews.id – Beberapa bendesa adat di Kabupaten Gianyar mengeluh, karena belum cairnya insentif bulanannya. Selain insentif bendesa, insentif prajuru adat juga belum cair sejak bulan Januari lalu.

Bendesa Desa Adat Pejeng Kangin, Wayan Sunarta, Selasa (30/3) mengakui dirinya belum mendapat insentif. “Setelah saya tanya ke sesama bendesa, kondisinya sama, belum mendapat insentif sejak Januari lalu,” jelasnya. Sunarta menjelaskan, insentif untuk bendesa dan prajuru sangat dibutuhkan, selain untuk kebutuhan keluarga juga untuk mendukung kegiatan adat di desa adat masing-masing. Disebutkannya, kebutuhan operasional bendesa adat untuk kegiatan adat sangat tinggi, terutama untuk kegiatan manusa yadnya. “Kebutuhan operasional tinggi, bendesa sering mendapat undangan dari warga. Saat memenuhi undangan tidak bisa dengan tangan kosong,” ujarnya.

BACA JUGA  Disaksikan Presiden, Seniman Divaksin Mengenakan Pakaian Hanoman

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu bendesa di Kecamatan Blahbatuh. Bendesa yang enggan disebutkan namanya, mengaku hingga kini belum menerima insentif. Hanya saja, ia  memaklumi karena situasi belum pulih sepenuhnya. “Saya dengar di Gianyar tidak ada uang, bayar pegawai katanya susah, iya saya maklumi kondisi seperti ini,” ujarnya.

Sementara, Kadisbud Gianyar, I Gusti Agung Sri Widyawati saat dikonfirmasi mengatakan, keluhan dari beberapa bendesa sudah ada yang disampaikan ke Disbud. “Untuk saat ini kami koordinasikan ke BPKAD,” jelasnya.

Dikatakannya, insentif bendesa biasanya dibayarkan per triwulan. “Untuk administrasi sedang diproses kelengkapannya,” jelasnya.

Disebutnya insentif perbulan bendesa sebesar Rp 1,3 juta dan dibayarkan melalui Bank Daerah Gianyar. “Ini sedang proses pelengkapan administrasi, kalau administrasi tuntas untuk triwulan pertama nanti dibayarkan awal April,” pungkasnya. (dt)

Facebook Comments