Bank Indonesia Ajak Media di Bali Bersinergi Berikan Optimisme Publik

Denpasar, BaliNews.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengajak insan pers di Pulau Dewata untuk bersinergi memberikan optimisme kepada publik dalam menghadapi tantangan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

“Masa ini merupakan masa yang tidak mudah yang kita hadapi bersama. Ini merupakan tantangan, kita semua harus berusaha sekuat tenaga memberikan motivasi bahwa Bali harus bangkit, harus terus bekerja dan bertahan untuk memulihkan ekonomi Bali yang terpuruk,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pelatihan Wartawan Ekonomi, di Sanur, Denpasar, Rabu (13/10).

BI, lanjut Trisno, sebagai bank sentral tidak hanya bertugas menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan dan sistem pembayaran, namun juga turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan dan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) serta merupakan mitra strategis pemerintah yang berperan sebagai konsultan pemerintah daerah.

Bank Indonesia ajak media di Bali bersinergi berikan optimisme publik
Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali M Setyawan Santoso saat memberikan materi pada Pelatihan Wartawan Ekonomi (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Terkait dengan upaya menggeliatkan ekonomi Bali di tengah pandemi, BI di antaranya juga telah melaksanakan Karya Kreatif Indonesia (KKI).

BACA JUGA  Bank Indonesia : Kondisi Dunia Usaha di Bali Mulai Membaik di Triwulan III - 2020

“Dari KKI Seri-1 dan Seri-2, tercatat omzet UMKM dari Bali yang tertinggi yakni hingga Rp700 juta pada KKI Seri-1 dan sekitar Rp2,1 miliar pada KKI Seri-2. Untuk KKI Seri-3 tentu kita berharap penjualan UMKM dari Bali bisa kembali menjadi yang tertinggi,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah agar bisa mengambil seluruh program yang termasuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat untuk membantu masyarakat di Pulau Dewata.

“Kami juga rutin melakukan simakrama (pertemuan) dengan kalangan pariwisata, pokoknya kami lakukan agar Bali bisa bangkit dan bertahan di tengah pandemi,” ucapnya.

Di sisi lain, Trisno berpandangan kebijakan-kebijakan bank sentral yang menitikberatkan pada upaya stabilitas ekonomi seringkali belum dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.

“Untuk itu, pengelolaan komunikasi kebijakan kepada stakeholder (pemangku kepentingan) dan masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung pencapaian visi Bank Indonesia tersebut. Di sinilah peran strategis media sebagai mitra dalam mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  PDIP Gianyar Gelar Demo Masak, Resep Mustika Rasa Warisan Bung Karno

Peran media, lanjut dia, di samping penting memberikan gambaran terkait visi, misi, tugas dan peran strategis Bank Indonesia, juga meliput kegiatan langsung khususnya terkait peran KPwBI Provinsi Bali di masa pandemi COVID-19.

Jadi, besar harapan kami, pelatihan wartawan ekonomi di wilayah kerja BI Provinsi Bali, selain memberikan wawasan, pemahaman peran dan fungsi strategis Bank Indonesia di kancah perekonomian nasional maupun daerah, juga dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan (media) sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi khususnya kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat,” ucap Trisno.

Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali M Setyawan Santoso dalam pelatihan itu banyak mengulas mengenai perkembangan ekonomi Bali dalam kondisi pandemi COVID-19 dibandingkan periode sebelumnya dalam kondisi normal, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), hingga sejumlah teori mengenai inflasi, pertumbuhan ekonomi dan survei-survei yang dilakukan Bank Indonesia, serta perkembangan realisasi belanja dan pendapatan dari pemerintah daerah.

BACA JUGA  Hayono Isman: Klaster Koperasi-UMKM Di RUU Ciptaker Buka Peluang Kerja

“Kami bergerak dalam kebijakan moneter, urusannya dengan uang beredar dan suku bunga, sehingga kami melakukan berbagai survei untuk memperkirakan pertumbuhan ekonomi. Jadi, kebijakan yang diambil Bank Indonesia itu selalu berdasarkan data,” ucapnya.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Bali karena dampak pandemi COVID-19 jika dilihat pada triwulan II-2020 yang -10,98 persen, menurut dia pada triwulan III-2020 kontraksinya tidak akan sedalam triwulan II.

“Dari sisi pariwisata juga ada yang bisa diharapkan karena dilihat dari google trend, Bali memiliki tren destinasi yang paling tinggi dicari wisman dibandingkan destinasi lain di Asia maupun domestik,” ujarnya.

Tetapi, untuk saat ini, ujar M Santoso, kita harus memprioritaskan penanganan COVID-19. “Jika penanganan kesehatan sudah bagus, baru orang ke Bali,” ujarnya. (an)

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : M Razi Rahman

Facebook Comments

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id