Keputusan perubahan jam operasional tersebut dari sebelumnya bandara beroperasi  pukul 07.00 hingga 23.00 WITA diubah menjadi pukul 07.00 sampai pukul 20.00 WITA melihat pergerakan penurunan trafik penerbangan.

“Memperhatikan pergerakan pesawat udara di Bandara Ngurah Rai, kami mengambil langkah optimalisasi jam operasional yang mana tingkat pergerakan pesawat udara per jamnya 10-14 pesawat udara eksisting yang bisa dioptimalkan, untuk kapasitas yang kami miliki bisa melayani 18 pesawat udara per jam,” ujar GM PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry AY Sikado, Kamis (17/2).

BACA JUGA  Polda Bali kawal ketat penerimaan 11 koli vaksin COVID-19 tahap kedua

Kebijakan ini telah disetujui melalui Nomor Notice To Airmen (NOTAM) A0363/21 tentang Perubahan Waktu Operasional Bandara dan melalui rapat bersama pihak terkait di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai- Bali.

Secara rinci ia menjelaskan perubahan jam operasional itu dimulai pada 18 Februari 2021 dengan waktu operasional selama 13 jam atau diperpendek dari sebelumnya 16 jam.

Menurutnya, optimalisasi tersebut sifatnya dapat diperpanjang maupun diperpendek sesuai kondisi trafik penerbangan Bandara Ngurah Rai.

Herry Sikado menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi kepada pihak terkait utamanya maskapai agar segera menyesuaikan jam operasional yang ada di Bandara Ngurah Rai.

“Selain itu maskapai juga harus menginformasikan kepada calon penumpang jika ada dampak perubahan jam operasional,” katanya.

BACA JUGA  AP I-IIAC Kerja Sama Inisiasi Koridor Sehat di Bandara Bali

Meskipun jam operasionalnya diperpendek, ia menegaskan pengelola Bandara Ngurah Rai akan terus menjaga tingkat layanan yang diberikan, utamanya memastikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 dan kenyamanan pengguna jasa selama berada kawasan bandara.(an)