Asyik Mandi, Buruh Tewas Terseret Arus

MANGUPURA, BaliNews.id Ganasnya gelombang perairan kembali menelan korban. Setelah sebelum seorang pelajar tewas di Jimbaran, giliran buruh proyek Sam Rino (26) tenggelam di Pantai Perancak, Banjar Berawa,Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.   

Korban yang bekerja sebagai buruh dan tinggal di proyek villa di Kuta Utara mendatangi Pantai Perancak bersama dua rekannya Arto Leo (22) dan Adrianus (23) sekitar pukul 16.00. “Setelah menyusuri Pantai Perancak ke barat dan timur, korban dan Arto Leo mandi. Sedangkan Adrianus tidak ikut mandi,”kata Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa, Senin (22/6).

Berselang satu jam, korban bersama Arto Leo keasyikan mandi hingga tidak sadar makin ke tengah dan akhirnya dihantam gelombang hingga pemuda asal Desa Modu Waimaringu, NTT itu terseret arus dan tenggelam. Sedangkan rekannya lolos dari maut. “Arto Leo mengajak Adrianus mencari korban tapi gagal.  Beberapa wisatawan yang sedang bermain surfing juga melakukan pencarian tapi korban tak ditemukan,”ungkapnya.

Masyarakat setempat melaporkan adanya kejadian tersebut. Tidak berselang lama, tim Basarnas bersama kepolisian tiba di TKP. Karena semakin gelap dan ombak tinggi, petugas menghentikan pencarian.  

Paginya, Tim Basarnas melanjutkan pencarian menggunakan dua rubber boat. Sekitar pukul 16.40 Wita, korban akhirnya ditemukan terapung sekitar 500 meter dari bibir pantai. ” Yang menemukan seorang warga asing yang sedang surfing. Dia berinisiatif mengikat dan membawa korban ke tepian pantai. Personel Balawista langsung mendekati menggunakan kano,”ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada.

Kondisi jenazah sudah tak mengenakan pakaian dan bagian kulit tangan sudah dalam tampak putih-putih. “Bagian kepalanya terlihat alami cidera berat dan diduga terbentur karang. Jenazah sudah dibawa ke RS Sanglah,”ungkapnya.

BACA JUGA  Siaran Pers BMKG : Pesisir Dan Perairan Sekitar Pulau Jawa hingga Sumba Berpotensi Terdampak ROB dan Gelombang Tinggi