relokasi pasar gianyar

Aliansi Ruko Pasar Gianyar: Kami Tak Ingin Dipecah Belah, Tetap Berjuang Bersama

GIANYAR, BaliNews.id – Para pemilik toko di sebelah selatan Jalan Ngurah Rai Gianyar yang tergabung dalam Aliansi Ruko Pasar Gianyar , mendapatkan surat dari Pemkab Gianyar, Rabu (27/5) perihal Penegasan Kebijakan Bupati Gianyar. Anehnya, lampiran pada surat dengan Nomor: 511.2/14808/umum, tertanggal 22 Mei 2020 yang ditandatangani Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, ada dua versi. Pertama diberikan kepada 7 pemilik toko yang menurut Disperindag tidak mengambil undian. Kedua untuk yang sudah 9 pemilik mengambil undian dan mengosongkan toko.

Tidak terima dengan adanya dua lampiran yang berbeda, dan pemilik toko tidak pernah merasa mengambil undian, pemilik toko protes ke Disperindag Gianyar. Akhirnya Kepala Disperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, mendatangi salah satu pemilik toko. Pemilik toko lainnya akhirnya mengembalikan surat tersebut, karena tidak ingin ada upaya memecah belah.

relokasi pasar gianyar
Inset : Kepala Disperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary temui pemilik toko 

Salah satu pemilik toko  Agus Boga mengatakan, surat dari Pemkab Gianyar tersebut, seakan akan ingin memecah belah pemilik toko. Dari 20 toko dengan yang ada, hanya 4 pemilik toko yang mengikuti kemauan pemerintah, sedangkan 16 pemilik toko tidak. “Kami ingin dipecah belah, sehingga pemilik toko yang tergabung dalam aliansi Ruko Pasar Gianyar tidak solid lagi,” jelasnya.

BACA JUGA  20.000 Bibit Tanaman Diterima Krama Desa Adat Bitera

Dikatakanya, dari 16 pemilik toko ada 3 yang sempat mengambil undian, namun dibatalkan. “Tiga pemilik toko yang membatalkan itu, ingin tetap berjuang bersama anggita Aliansi Ruko Pasar Gianyar,” ujarnya.

Sebagai bukti pemilik toko tetap berjuang bersama Aliansi, masing-masing pemilik toko membuat surat pernyataan dan tanda tangan diatas materai Rp. 6 ribu. “Kami komitmen untuk terus berjuang bersama,” tegasnya.

Karena itulah, saat Kepala Bappeda meminta agar pemilik toko menghadap bupati secara perseorangan ditolak. “Kami tidak ingin dipecah belah. Karena itu, kalau disuruh menghadap bupati secara perseorangan kami tolak. Tetapi kalau diterima secara berkelompok pasti kami mau,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan pemilik toko Purnama, Anas Abdullah. Ditegaskannya, selama ini pemilik toko sangat solid. Setiap ada permasalah pasti dibahas bersama, dan tidak ada yang bertindak sendiri-sendiri. “Setiap langkah yang kami ambil, pasti diputuskan bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA  Desa Adat Tojan Bagikan Sembako

Anas mengharapkan agar permasalah ini bisa diselesaikan secara damai. Apalagi pemilik toko mendukung Revitalisasi Pasar Umum Gianyar. Hanya saja, berikan ruang kepada pemilik toko dialog dengan bupati. “Status kami beda dengan pedagang pasar. Toko kami bangun sendiri, bahkan kami menempati toko turun temurun. Bangunan toko kami juga harus dihargai, jangan di bongkar begitu saja,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Disperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, tidak bisa dikonfirmasi. Dihubungi berkali kali Handphone nya tidak diangkat.