Ahli Bahasa Sebut Postingan Jerinx Masuk Unsur Pencemaran Nama Baik

Denpasar, BaliNews.id  –  Penggebuk drum Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx diperiksa selama dua jam dan dicecar 13 pertanyaan oleh Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Bali, Kamis (6/8/2020). Setelah dimintai keterangan sebagai saksi, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menetukan langkah hukum selanjutnya.     

Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho menyebutkan ada tiga poin mendasar dari hasil pemeriksaan terhadap Jerinx. Pertama, Jerinx mengakui membuat postingan (IDI Kacung WHO). Kedua, postingan itu dimaksudkan Jerinx menggugah IDI sebagai organisasi profesional kedokteran untuk mengambil tindakan atas ketidakadilan terhadap rakyat dimana rapid tes sebagai layanan ke rumah sakit. Ketiga, dari beberapa postingan, pada 16 Juni ada emoticon babi dan Jerinx menjelaskan saat memposting itu sedang makan babi guling. “Jadi kita pertanyakan semuanya karena beberapa postingan lainnya yang dia pernah dilakukannya ada juga tidak ada emot (emoticon) itu,”jelas Yuliar Kus Nugroho.
Ahli Bahasa Sebut Postingan Jerinx Masuk Unsur Pencemaran Nama Baik
Sumber Foto : Liputan6.com

 

BACA JUGA  Persiapan New Normal, Kejari Gianyar Rapid Test Seluruh Pegawai
Dalam proses penyelidikan, penyidik juga memintai keterangan ahli bahasa. “Dari keterangan (ahli bahasa), memang ada satu unsur yang kira-kira mencemarkan nama baik terkait postingan itu. Kami tetap berpedoman pada ahli bahasa,”tegasnya.   

Apakah dari keterangan ahli bahasa itu apakah Jerinx berpeluang  menjadi tersangka ? “Setelah dia diperiksa, secepatnya kami melakukan gelar perkara dan hasilnya nanti akan disampaikan,”ungkapnya.   (du)

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id